Jumat, 19 Jun 2026 12:16 WIB

Kasihan, Jenazah di Sidoarjo Sempat Ditahan RS karena Belum Lunasi Perawatan

Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo)
Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

Sidoarjo - Jenazah Tukiman warga Dusun Sumotuwo, Desa Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, sempat ditahan oleh salah satu rumah sakit swasta di Sidoarjo. Almarhum meninggal pada Senin (10/1/2022) lalu setelah menjalani perawatan medis karena penyakit jantung dan paru-paru.

"Bapak dirawat sudah tiga hari mulai hari Sabtu kemarin. Saya tidak tahu kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik bapak sudah tidak aktif. Karena keterbatasan biaya jenazah bapak sempat tidak boleh dibawa pulang," kata anak almarhum yang tidak mau menyebutkan namanya, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Menurut perempuan itu, pihak rumah sakit sempat melontarkan baru mengizinkan jenazah dibawa pulang setelah pihak keluarga melunasi biaya perawatan almarhum.

Kejadian tersebut membuat prihatin Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi. Ia mengatakan, pemerintah kabupaten tidak bisa meng-cover biaya perawatan almarhum dikarenakan dirawat di rumah sakit swasta.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

"Alhamdulillah jenazah sudah dibawa pulang dan dikebumikan. Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi," terang Subandi di balai Desa Sumokembangsri.

Ia menambahkan, Kartu Indonesia Sehat/KIS yang dimiliki almarhum juga sudah berhenti. Namun dirinya bersama paguyuban kepala desa Sidoarjo berupaya menuntaskan permasalahan seperti itu.

Baca Juga: Wisata Medis Malaysia Kian Diminati, 20 RS Hadir di Surabaya

Dirinya mewanti-wanti kepada seluruh pejabat pemerintahan untuk segera menyelesaikan persoalan seperti ini bila terjadi dan berharap tidak terulang lagi. "Harapan saya kedepan jangan sampai terjadi seperti ini lagi," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.