Senin, 22 Jun 2026 02:53 WIB

1.919 Perempuan di Ponorogo Jadi Janda karena Pelakor dan Masalah Nafkah

Humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo, Sukahatta Wakano (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo, Sukahatta Wakano (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sedikitnya ada 1.919 janda baru di Ponorogo pada tahun 2021. Jumlah itu naik dibanding pada tahun 2020 yang mencapai 1.769 janda.

"Ya, memang ada kenaikan. Kurang lebih 200 perkara naiknya," ujar Humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo, Sukahatta Wakano, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Bukan Cuma Cerai, Ini Tanda Broken Home yang Merusak Psikis Anak

Sukahatta juga merinci, dari data tahun 2020 ada sebanyak 498 kasus cerai talak dan 1.412 cerai gugat. Sedangkan di tahun 2021, ada 540 kasus cerai talak dan 1.450 cerai gugat.

Dia menyebut banyaknya perceraian karena faktor pelakor (perebut lelaki orang) atau perselingkuhan. Di sisi lain, juga masalah nafkah lahir yang tidak dipenuhi oleh suami.

"Awalnya karena faktor ekonomi. Mereka (pasangan) sepakat bahwa si pihak perempuan mencari nafkah ke luar negeri, " katanya. Namun, yang di rumah atau si pihak laki-laki, karena kesepian akhirnya selingkuh. Kemudian ketahuan oleh istri yang di luar negeri.

Baca Juga: 3.386 Pasutri di Kediri Cerai Sepanjang 2025, Faktor Ekonomi dan Istri Selingkuh Paling Banyak

Juga ada, ekonomi sudah mapan. Pihak perempuan mengajukan perceraian alasannya karena suami tidak pernah memberi nafkah.

"Ada yang cerita bagaimana mau memberi nafkah. Jika mau mengirim nafkah di sini hanya dapat Rp1 juta dikirim ke Taiwan kan tidak harganya," terangnya.

Dia mengaku memang penyumbang terbanyak dari kasus perceraian tersebut yakni orang-orang yang sedang bekerja di luar negeri menjadi pekerjaan migran Indonesia (PMI). Untuk urutan negaranya yakni Taiwan, Hongkong dan Korea Selatan.

Baca Juga: 2.525 Pasutri di Lamongan Bercerai Selama 2025, Didominasi Faktor Ekonomi

Sedangkan untuk usia rata-rata yang mengajukan perkara perceraian masih di usia produktif, yakni di umur 30-50 tahun.

"Selisihnya lumayan, memang laki laki menahan diri mengajukan cerai dari pada perempuan," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.