Kamis, 18 Jun 2026 06:51 WIB

Harga Minyak Goreng di Surabaya Masih Tinggi, Pemkot Diingatkan Soal Penimbunan

Anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya Alfian Limardi. (Foto: dok pribadi)
Anggota Fraksi PSI DPRD Surabaya Alfian Limardi. (Foto: dok pribadi)

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya diminta melakukan operasi pasar di tengah melejitnya harga minyak goreng di pasaran.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) dalam 6 bulan ke depan merencanakan memberikan subsidi minyak goreng untuk mengendalikan harga di pasaran.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Alfian Limardi menyebut, jika pengendalian harga sukses dilakukan nantinya maka per liter minyak goreng bisa turun menjadi Rp 14.000 dari Rp 20.000.

"Saat ini harga minyak goreng di Surabaya hampir mencapai 20 ribu rupiah per liter. Saya minta PD Pasar Surya dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan harus bertanggung jawab untuk monitoring kestabilan harga minyak goreng," ujar Alfian, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Politisi dari PSI Surabaya itu menjelaskan, setiap tahun negara selalu memberikan anggaran untuk melakukan subsidi tentang harga bahan pokok.

"Laporkan jika ada indikasi menimbun minyak goreng dan coba-coba memainkan harga,” tegasnya.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Saat ini, lanjut Alfian maayarakat sudah mulai mengeluh tentang harga minyak goreng yang tak kunjung turun. Terlebih para pelaku UMKM yang membutuhkan minyak goreng setiap harinya. Jangan sampai, subsidi yang diprioritaskan untuk masyarakat kecil sampai salah sasaran.

"Saya juga minta pemkot untuk memastikan penerima minyak goreng subsidi tepat sasaran yakni rumah tangga menengah bawah. Jangan sampai yang menerima manfaat adalah rumah tangga berpendapatan tinggi. Sebab bisa saja rumah tangga berpendapatan tinggi beralih ke minyak kemasan yang lebih rendah harganya," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.