Minggu, 21 Jun 2026 04:26 WIB

Prajaniti Hindu Indonesia Jatim Polisikan Pria Pembuang Sesajen di Semeru

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 10 Jan 2022 18:47 WIB
DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jatim melapor ke Polda Jatim. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jatim melapor ke Polda Jatim. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Kasus pria membuang sesajen di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru yang videonya viral menuai banyak kecaman. Salah satunya dari organisasi umat Hindu DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jawa Timur.

Selain mengecam, organisasi tersebut juga melaporkan pria yang ada dalam video itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Video: Nelayan di Tulungagung Gelar Upacara Larung Sembonyo

Wakil Ketua Bidang Hukum dan Politik DPD Prajaniti Hindu Indonesia Jatim, I Ketut Swardana menjelaskan, pelaporan ini adalah bagian dari menyikapi video viral yang diduga menghina budaya nusantara dan umat Hindu.

"Umat hindu dan mungkin warga Lumajang yang mungkin sudah sangat toleran dan berdampingan secara bersama-sama di sana," jelas Ketut kepada wartawan usai melapor ke SPKT Polda Jatim.

Menurutnya, sesaji yang diletakkan di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru adalah untuk memohon keselamatan. Dan perlakuan oknum tersebut, yang membuang sesaji tentu sangat menodai dan menyakiti umat Hindu dan budayawan Lumajang bahkan seluruh Jawa Timur.

"Sangat-sangat menyakitkan warga Lumajang khususnya umat Hindu atau budayawan yang ada di Lumajang," tuturnya.

Baca Juga: 

Baca Juga: Jadi Tersangka, Penendang Sesajen Berencana Ajukan Penangguhan Penahanan

Pihaknya pun berharap, Polda Jatim lebih serius menangani kasus tersebut. Karena dikhawatirkan kejadian ini akan berdampak secara Nasional.

"Perlu dicari motivasinya apa oknum tersebut, selain membuang itu kita khawatir ada motivasi adu domba antara umat beragama terutama," ungkap Ketut.

"Apalagi mengingat selama ini umat Hindu yang ada perantauan sudah merasa sangat nyaman dan merasakan adanya toleransi dengan umat-umat lain di luar Hindu. Sudah kami rasakan sangat harmonisnya hubungan kami," ujarnya.

Ketut juga berharap, dari kejadian tersebut umat Hindu tidak menyikapi berlebihan. Karena pihaknya dan Prajaniti Jatim yang akan bergerak untuk mencari keadilan.

Baca Juga: Ini Motif Penendang Sesajen di Semeru Versi Pengacaranya

"Sampai hari ini, umat hindu dan budayawan nusantara itu sudah merasakan kesedihan tetapi sudah bisa menahan diri. Harapan kami, Bapak Kapolda beserta jajarannya bisa menemukan oknum tersebut dan mencari apa motivasi nya, itu yang paling penting. Kalau perilakunya itu tidak terlalu berat, tapi motivasinya mengadu domba umat beragama itu yang paling penting," tegasnya.

Saat ditanya soal indikasi oknum tersebut, Ketut mengatakan bahwa setelah pihaknya melakukan penelusuran, oknum tersebut bukan merupakan warga Jawa Timur. Diketahui mereka adalah seorang mahasiswa yang merupakan relawan.

"Kalau lihat datanya dia dari Lombok Timur. Nah ini kenapa kita menginginkan harus dicari tuntas motivasinya. Karena umat beragama di Jatim sangat harmonis, tidak ada gesekan sama sekali," tandas Ketut.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.