Senin, 15 Jun 2026 20:08 WIB

PTM di Surabaya Mulai Digelar Senin, Pemkot Terapkan Sistem Shifting

Pelajar SMP mengikuti PTM terbatas (Foto: Dok. jatimnow.com)
Pelajar SMP mengikuti PTM terbatas (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya untuk PAUD, TK, SD, dan SMP mulai digelar Senin depan (10/1/2022). Pada awal penerapan, Pemkot Surabaya akan menggunakan sistem shifting, yakni 50 persen kuota kelas di setiap sesi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, kebijakan itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan juga atas perintah Wali Kota Eri Cahyadi.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

"Jadi, di tahap awal ini mekanismenya 50 persen shift pertama dan 50 persen shift kedua, jadi tetap 100 persen. Lalu kita akan evaluasi terkait dengan prokesnya dan kesiapan anaknya, kalau satu minggu pertama bagus, maka minggu berikutnya tidak ada shift lagi, langsung masuk 100 persen, pagi semuanya,” ujar Yusuf Masruh, Kamis (6/1/2022).

Nantinya, setiap siswa yang datang ke sekolah wajib mengikuti aturan protokol kesehatan. Setiap siswa juga akan dicek suhunya sebelum memasuki kawasan sekolah.

Ia juga menyarankan agar pihak sekolah menyiapkan lokasi transit bagi keluar-masuknya siswa sebelum memasuki kelas. Para orang tua juga diminta menyiapkan aplikasi PeduliLindungi, sehingga aktifitas anak dan orang tua tetap bisa termonitor dengan baik.

"Jadi, ketika siswa tiba di sekolah, dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan, lalu masuk ke ruang transit itu, lalu satgas mengatur mereka untuk masuk kelas supaya tidak berkerumun. Pulangnya juga demikian, keluar kelas mereka menunggu di ruang transit, ketika orang tuanya yang jemput datang dipanggil lalu langsung pulang, sehingga tidak ada kerumunan," katanya.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Meski demikian, Yusuf mengaku pihaknya belum berani sepenuhnya mewajibkan siswa mengikuti PTM 100 persen tanpa persetujuan tertulis dari orang tua.

"Jadi, kami tetap meminta persetujuan orangnya. Kalau pun masih ada siswa yang belum bisa mengikuti PTM ini, maka kami akan siapkan pembelajaran secara hybrid,” ujarnya.

Dinas Pendidikan juga telah menyiapkan skema shifting, SD dibagi menjadi dua shift. Shift 1 berjalan mulai pukul 07.00-09.00 WIB, dan shift 2 pukul 09.30-11.30 WIB. Sedangkan untuk SMP, shift 1 pukul 06.30-09.30 WIB, dan shift 2 pukul 10.00-13.00 WIB.

Baca Juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

Sedangkan untuk PAUD dan TK pembelajaran dimulai pukul 08.00-09.20 WIB.

"Tapi jadwal ini juga harus menyesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing,” tandas Yusuf.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.