Jumat, 19 Jun 2026 23:54 WIB

Polres Nganjuk Tetapkan 3 Tersangka Kasus Perusakan Atribut NU

  • Penulis :
  • | Selasa, 26 Jun 2018 11:29 WIB
Pertemuan pembicaraan damai antara PSHT dan Pagar Nusa dimediasi oleh Kapolres Nganjuk
Pertemuan pembicaraan damai antara PSHT dan Pagar Nusa dimediasi oleh Kapolres Nganjuk

jatimnow.com - Polres Nganjuk menetapkan 3 tersangka dari oknum pesilat Persaudaraan Setia Hati terate (PSHT) terkait kasus pengerusakan atribut bergambar lambang NU dan pendiri Nu KH Hasyim Asy'ari.

"Kami sudah menetapkan tiga orang tersangka," ujar Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta, Selasa (26/6/2018).

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Ketiga tersangka itu warga Nganjuk dan oknum dari pesilat PSHT yang melakukan konvoi dan diduga melakukan pengerusakan trhadap atribut bergambar lambang NU dan gambar pendiri NU KH Hasyim Asy'ari.

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik gabungan dari Polsek Pace dan Satreskrim Polres Nganjuk memeriksa lebih dari 20 orang sebagai saksi. Mereka terdiri dari berbagai pihak seperti dari kelompok PSHT, Pagar Nusa dan juga masyarakat umum.

Kemudian, pada Senin (25/6/2018) malam, penyidik melakukan gelar perkara terhadpa 12 orang dari kelompok PSHT. Dari hasil gelar perkara itu, penyidik menetapkan 3 orang sebagai tersangka.

"Kita menetapkan tersangka dengan skala prioritas. Artinya, mereka yang betul-betul berperan melakukan pengerusakan, betul-betul melakukan tindak pidana," tuturnya.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Nyoman menambahkan, penyidik terus bekerja dengan skala prioritas. Katanya, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah lagi.

"Jadi, ketiga tersangka ini betul-betul memiliki peran cukup penting dalam kejadian tersebut. Masih memungkinkan ada penambahan tersangka lagi," jelasnya.

Sebelumnya, ada sekelompok massa dari pesilat PSHT melakukan konvoi di Desa Batembat, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (24/6/2018). Mereka konvoi setelah menghadiri acara halal bi halal di Desa Lohceret, Nganjuk.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

Ketika melintas di Desa Batembat, ada oknum dari peserta konvoi pesilat PSHT yang melakukan pengerusakan atribut bergambar lambang NU dan gambar pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Atribut tersebut sebagai pertanda bahwa di Desa Batembat akan digelar acara Istighosah.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.