Jumat, 19 Jun 2026 06:49 WIB

Sopir Pakai Narkoba di Nganjuk, Dishub Diminta Lebih Ketat Lakukan Pengawasan

Anggota Komisi D DPRD Jatim, Hidayat. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Anggota Komisi D DPRD Jatim, Hidayat. (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Dinas Perhubungan Pemprov Jatim diminta melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kendaran umum atau angkutan publik. Khususnya terhadap kelayakan bus dan sopir. Apalagi saat ini memasuki libur Nataru (Natal dan tahun baru) yang akan meningkat volume penumpangnya.

Menurut anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Hidayat, pengawasan tersebut sangat diperlukan untuk memberikan rasa nyaman masyarakat yang melakukan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum saat Nataru ini.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Ini untuk menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang di saat Nataru, dimana mobilitas orang makin meningkat," ujarnya, Sabtu (25/12/2021).

Hal ini disampaikan Hidayat, terkait temuan salah satu sopir bus di Terminal Anjuk Ladang, Nganjuk, kedapatan memakai Narkoba. Ini hasil pemeriksaan sopir bis di terminal tersebut, oleh Polres Nganjuk pada Jumat (24/12/21) kemarin.

"Ini warning bagi Dishub. Sebab ini terkait pelayanan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi bus. Bila sopirnya saja kedapatan Narkoba, maka ini akan memberikan ancaman kenyamanan dan keselamatan bagi penumpang yang dibawanya," jelasnya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

Untuk itu, politisi Partai Gerindra ini meminta Dishub Jatim bekerja dengan kepolisian untuk intensifkan pengawasan terhadap para sopir angkutan dan krunya.

"Pemeriksaan kelengkapan surat-surat, kelayakan bus dan sopir harus diintensifkan. Khususnya tes urine terhadap supir bus dan kru di terminal-terminal di Jatim. Bila ditemukan pelanggaran harus diberi sanksi tegas," pintanya.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Sanksi ini dilakukan semata-mata untuk memberikan efek jera pada sopir bus dan kru. Agar mereka tidak sembrono dalam memberikan pelayanan angkutan ke masyarakat.

"Masyarakat yang menggunakan jasa mereka harus mendapatkan kenyamanan dan keselamatan," pungkas pria anggota DPRD Jatim yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Mojokerto-Jombang ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.