Sabtu, 20 Jun 2026 05:04 WIB

Ungkap Penyebab Jembatan Ambrol di Ponorogo, Polisi Periksa Kepala DPUPP

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 21 Des 2021 12:33 WIB
Jembatan ambrol di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. (Mita Kusuma/jatimnow.com)
Jembatan ambrol di Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo. (Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sat Reskrim Polres Ponorogo memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pemukiman (DPUPP) Ponorogo, terkait ambrolnya pondasi jembatan Dusun Mijil, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, yang menewaskan 2 pekerja.

Kepala DUPP diperiksa bersama 14 orang saksi lainnya untuk mengungkap penyebab ambrolnya jembatan senilai Rp 835 juta tersebut.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Baca juga: Jembatan Ambrol di Ponorogo, Polisi: Pelaksana Lapangan Tidak Sesuai Dokumen

"Masih saksi yang kami periksa. Belum ada tersangkanya. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada tersangkanya," ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus, Selasa (21/12/2021).

Selain Kepala DPUPP, duduk sebagai terperiksa adalah pihak pelaksana, baik kontraktor maupun pekerja lapangan.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Termasuk kepala DPUPP juga ikut kami periksa," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPP Ponorogo, Henry Indrawardana mengaku tidak mengetahui adanya fakta bahwa pelaksana proyek jembatan Dusun Mijil dikerjakan oleh pelaksana yang berbeda dari dokumen. Ia hanya mengetahui proyek dikerjakan kontraktor CV Mutiara Jaya dari Trenggalek, selaku pemenang lelang.

Baca Juga: Polres Ponorogo Gerebek Judi Sabung Ayam dan Dadu, Pelaku Kocar-kacir

"Saya tahunya ya jembatan ini dikerjakan CV yang menang lelang. Lain-lainnya tidak tahu," tegasnya.

Sebelumnya, polisi menemukan adanya ketidaksamaan pelaksana proyek jembatan yang ambrol di Dusun Mijil, Kamis (16/12/2021) lalu. Fakta ini terungkap usai Polres Ponorogo memeriksa saksi dan dokumen terkait.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.