Sabtu, 13 Jun 2026 03:50 WIB

Puting Beliung di Madiun Rusak 296 Rumah, Ini Rinciannya

Puting beliung menerjang 4 kecamatan di Kabupaten Madiun (Foto: BPBD Madiun/jatimnow.com)
Puting beliung menerjang 4 kecamatan di Kabupaten Madiun (Foto: BPBD Madiun/jatimnow.com)

Madiun - Angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Madiun tidak hanya menerjang Kecamatan Wonoasri. Ada 3 kecamatan lain juga yang diterjang angin puting beliung. Sebanyak 296 rumah rusak.

"Puting beliung kemarin itu menerjang Kecamatan Wonoasri, Jiwan, Madiun dan Sawahan," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madiun, Muhammad Zahrowi, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Sempat Padam Tadi Malam, Pasokan Listrik Subsistem Ngimbang Kembali Aman

Dia menerangkan akibat angin puting beliung itu pohon tumbang dan ratusan rumah rusak porak poranda. "Total ada 296 rumah di 4 kecamatan," katanya.

Zahrowi menjelaskan untuk kronologinya, hujan dengan intensitas sedang-lebat mengguyur merata di wilayah Kabupaten Madiun bagian utara dan barat. Hujan mengguyur mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Kantor Polisi dan Rumah Warga di Madiun Rusak Diterjang Puting Beliung

"Tiba-tiba ada angin puting beliung di 4 wilayah tersebut. Kerugian kalau ditotal ratusan juta," terang mantan Camat Dagangan ini.

Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Untuk Kecamatan Jiwan ada pohon tumbang mengenai teras rumah warga di Desa Teguhan. Juga ada rumah roboh di Desa Ngetrep.

Sementara di Kecamatan Madiun ada 20 rumah yang atap rumah menyingkap. Dengan rincian 5 rumah di Desa Sirapan, dan Desa Dimong 15 rumah.

Untuk Kecamatan Sawahan, kata dia, ada pohon tumbang di Jalan Raya Sidomulyo, Kecamatan Sawahan. "Tidak ada kerugian. Tetapi menutup akses jalan," tambahnya.

Baca Juga: PLN UPT Madiun Lakukan Perawatan Jaringan Tanpa Pemadaman

Masih di Kecamatan Sawahan ada bangunan rumah bagian pendopo roboh di Desa Sidomulyo. Untuk bangunan ini kerugian Rp50 juta.

Pun di Kecamatan Wonoasri ada atap menyingkap. Seperti di Mapolsek Wonoasri. Juga di Desa Sidomulyo ada 102 rumah yang atapnya menyingkap.

Di Desa Ngadirejo ada 58 rumah, Desa Plumpungrejo 48 rumah dan Desa Jaterejo 65 rumah. "Kami masih terus melakukan pendataan. Siapa tahu ada yang terlewat," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.