Jumat, 19 Jun 2026 20:05 WIB

Kata Ulama Soal Keranda Jenazah Kades di Pasuruan yang Digotong Sambil Berlari

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 15 Des 2021 19:46 WIB
Salah satu ulama yang juga Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron (Foto: Dok. jatimnow.com)
Salah satu ulama yang juga Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron (Foto: Dok. jatimnow.com)

Pasuruan - Salah satu ulama yang juga Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron mengaku sudah bertabayyun dengan warga Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo terkait video keranda jenazah kepala desa setempat yang viral di media sosial.

"Yang dilahami warga Desa Kluwut, jika ada orang meninggal, apalagi itu orang yang selama hidupnya banyak berbuat baik, harus disegerakan pemakamannya. Kalau lambat-lambat kasihan jenazahnya. Dan itu memang di dalam agama, ada dasarnya," jelas Kiai Mujib, Rabu (15/12/2021).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Baca juga:  

Meski menyegerakan pemakaman jenazah sesuai syariat islam ada dasar hukumnya, tapi aksi warga yang berlari saat menggotong keranda jenazah sambil berlari sangat disayangkan olehnya. Katanya, hal itu bisa berbahaya untuk jenazah.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

"Kalau jenazah jatuh, malah jadi berdosa," ungkapnya.

Prosesi pemakaman jenazah Sachroni, Kepala Desa Kluwut yang viral di media sosial karena keranda jenazah digotong sambil berlari itu, masih diingat betul oleh warga.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

Sejumlah warga yang ikut menggotong keranda jenazah Sachroni mengaku seperti ditarik untuk segera sampai ke tempat pemakaman.

"Memang saat mengangkat keranda itu seperti ada yang menarik agar cepat ke makam. Yang barisan belakang sampai teriak jangan ditarik. Sementara yang menandu barisan depan meneriaki orang-orang di barisan belakang untuk jangan didorong," jelas Perangkat Desa Kluwut, Edi Saputra, terpisah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.