Jumat, 19 Jun 2026 13:58 WIB

Voxpol Center Anggap Reshuffle Kabinet Hanya Alat Politik Akomodatif

Presiden Joko Widodo. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Dok. jatimnow.com)


jatimnow.com - Direktur Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago pesimistis dengan kabar reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo pada akhir tahun ini. Dia menduga, Jokowi hanya akan membagikan kursi menteri untuk memfasilitasi partai politik (parpol) pendukungnya.

Pangi memandang, reshuffle dilakukan demi mengakomodir kepentingan parpol. Terlebih, PAN digadang-gadang masuk kabinet setelah memutuskan bergabung dengan partai koalisi pemerintah beberapa bulan lalu.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Ini lebih pada politik akomodatif bagi-bagi kue. Bagaimana happy-nya partai, mana yang belum dapat bisa kebagian," kata Pangi kepada Republika, Selasa (14/12/2021).

Pangi menilai, Jokowi tersandera oleh konflik kepentingan saat ingin menentukan reshuffle. Alhasil, Jokowi dianggap sulit menentukan pilihan menteri karena tak bisa keluar dari tertekan Parpol.

"Dulu reshuffle bilang kinerja, tapi nggak ada sebenarnya, hanya lagu lama kaset rusak karena conflict of interest-nya tinggi," ucap Pangi.

Pangi juga mengungkapkan, selama ini, Jokowi tak berani me-reshuffle orang-orang dekatnya di kabinet. "Kalau berbasis kinerja, tentu jelas alat ukurnya bisa lawan konflik kepentingan. Coba saja berani nggak ganti Luhut atau Sofyan Djalil?" singgung Pangi.

Di sisi lain, Pangi menanggapi, kabar reshuffle nantinya akan dilakukan secara besar-besaran. Menurutnya, hal itu wajar karena kemungkinan tak akan ada lagi reshuffle di sisa jabatan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Danggap besar-besaran karena ini terakhir seharusnya nggak mungkin ada reshuffle lagi di sisa 2 tahun lagi apa yang mau direshuffle, nggak mungkin," tutur Pangi.

Oleh karena itu, Pangi berharap, Jokowi memilih orang-orang terbaik dalam kabinetnya. Hal ini demi menjamin nama baik dan warisannya sebagai Presiden RI ke-7.

"Jadi reshuffle ini harus benar-benar bisa garansi orang-orang terbaik untuk selamatkan legacy beliau, citra beliau, kepuasan pemerintahan beliau. Ke depannya ga mungkin ada reshuffle lagi," ucap Pangi.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.