Kamis, 18 Jun 2026 08:34 WIB

Awas! Kejahatan Bermodus Tuduh Rampas Sasar Ponsel Pelajar Marak di Kota Batu

Lokasi dirampasnya ponsel milik pelajar di Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Lokasi dirampasnya ponsel milik pelajar di Kota Batu (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Perampasan ponsel dengan modus menuduh korban telah melakukan penganiayaan, terjadi di Kota Batu.

Salah satu korban adalah Muhammad Rengga Pratama (13), pelajar SMP asal Kecamatan Bumiaji, kota setempat.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Rengga menceritakan, sekitar pukul 6.30 WIB, Sabtu (27/11/2021), dia bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan desanya. Datanglah dua pemuda mengendarai motor Honda Beat warna putih berhenti di sisi barat lapangan.

"Mereka pun memanggil kita. Kata dia adiknya baru saja dipukuli dan menuduh kita sehingga saya harus menjenguknya," jelas Rengga ditemui di rumahnya, Selasa (14/12/2021).

Rengga memutuskan ikut bersama kedua pelaku meski tidak kenal, karena penasaran. Dia dibonceng oleh kedua pelaku dan dibawa ke arah Dusun Gemulo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, yang berjarak cukup jauh dari rumahnya.

"Di sana sepi. Saya ditanya apakah punya Facebook, saya jawab punya. Akhirnya HP saya dibawa, lalu saya diajak lagi oleh teman satunya dan dibawa ke Taman Kenanga," ungkap dia.

Di taman itulah Rengga disuruh menunggu, karena pelaku berjanji bakal kembali lagi. Tapi setelah ditunggu cukup lama, kedua pelaku tak kunjung kembali dan ponsel merek Oppo A1 K miliknya pun raib.

"Akhirnya saya pulang berjalan kaki. Cukup jauh dari rumah," tambah pelajar kelas VIII SMP tersebut.

Sementara ibu korban, Titik menjelaskan, awalnya Rengga tidak mengakui bahwa ponsel miliknya itu hilang dibawa kabur dua pelaku tadi.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Pas datang itu nangis alasannya HP-nya hilang saat main, mungkin takut. Saya malah tahu kalau HP-nya dirampas dari tetangga yang anaknya yang melihat jika Rengga dibawa dua orang tak dikenal," ujarnya.

Tidak hanya Rengga. Setelah ditelusuri, terdapat beberapa korban lain, yaitu Anugrah Akbar Sanjaya, Muhammad Salman dan Muhammad Maulana Malik Ibrahim. Semuanya pelajar SMP di wilayah Kecamatan Bumiaji.

Sanjaya mengaku, kejadian perampasan ponsel itu terjadi saat dia pulang sekolah sekitar pukul 14.00 WIB, 12 November 2021. Ponsel miliknya dan kedua temannya itu raib dibawa dua orang pelaku dengan modus yang sama.

Bedanya, Sanjaya saat itu dihajar pelaku karena mempertahankan ponselnya. Dalam keadaan lemas, Sanjaya berjalan menuju permukiman warga untuk meminta pertolongan. Saat itu dia bertemu tukang ojek hingga diantar pulang ke rumahnya.

Baca Juga: IGRA dan Faber-Castell Ajak Pelajar Kediri Lomba Mewarnai dengan Sentuhan Teknologi

Sanjaya menyebut bahwa kedua orang yang membawanya ke tempat tersebut memiliki ciri-ciri berbadan gede bongsor. Sedangkan orang kedua berbadan kecil. Saat itu keduanya membawa motor vario.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Yussi Purwanto menegaskan bila sudah ada laporan yang masuk terkait kasus tersebut.

"Segera kita dalami, beberapa keterangan sudah kita dapati. Bahkan rekaman CCTV saat pelaku membawa para korban juga sudah ada. Doakan segera tertangkap agat tidak meresahkan. Khususnya bagi para pelajar," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.