Selasa, 16 Jun 2026 22:20 WIB

Keunikan Rumah KH Ali Mursyid dengan Lima Tempat Ibadah di Madiun

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 12 Des 2021 14:30 WIB
Pura dan Musala di rumah KH Ali Mursyid di Kabupaten Madiun (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pura dan Musala di rumah KH Ali Mursyid di Kabupaten Madiun (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Madiun - Sebuah rumah megah di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, berdiri di antara tempat ibadah dari lima agama yang diakui di Indonesia. Komplek ini terdiri dari Musala, Klenteng, Vihara, Pura, dan Gereja.

Komplek tersebut diketahui milik KH Ali Mursyid yang dibangun secara bertahap mulai pada tahun 1980 di atas lahan seluas 1,5 hektare. Bangunan rumah, seluas 0,25 hektare.

Baca Juga: Musholla Jannatun, Wakaf Abadi untuk Korban Lion Air JT 610 di Sidoarjo

"Ini pemilik awalnya adalah KH Ali Mursyid," kata Kepala Desa Bulakrejo, M Zaenuri, Minggu (12/12/2021).

Dijelaskan Zaenuri, KH Ali Mursyid adalah seorang tokoh agama. Ia pernah menimba ilmu di berbagai pondok pesantren di Indonesia, termasuk di Bangil, Pasuruan. Ali Mursyid juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Bulakrejo.

"Pemiliknya dulu kepala desa dan tokoh agama. Pernah menimba ilmu dari berbagai pondok pesantren," jelasnya.

Ali Musryid, lanjut Zaenuri, juga seorang yang dikenal bisa mengobati orang sakit. Beberapa yang datang berobat berasal dari sejumlah kalangan.

"Tamunya bermacam-macam. Ada masyarakat sekitar, pengusaha, pejabat berbagai daerah," bebernya.

Mereka yang sembuh, kemudian datang untuk menyumbang semen, pasir, dan material bangunan lainnya. Sebab inilah, pembangunan lima tempat ibadah dilakukan secara berkala.

"KH Ali Mursyid tidak mempunyai keturunan, hingga meninggal pada tahun 2007 lalu," tambah Zaenuri.

Baca Juga: UIN KHAS Jember Luncurkan Program Griya Moderasi Beragama

Rumah unik tersebut, dihuni oleh keponakan KH Ali Mursyid yaitu Ali Muslih. Berbeda dengan sang paman, Ali Muslih tidak dikenal sebagaimana Ali Mursyid yang seorang tabib.

"Pak Ali Muslih ini pernah tinggal di Arab Saudi cukup lama. Saat ini usianya sekitar 54 tahun dan belum menikah juga," jelas Zaenuri yang pernah menjadi cantrik KH Ali Mursyid.

Komplek rumah dan tempat ibadah itu dibuka untuk umum. Siapa saja yang berkunjung tidak dikenai biaya, asalkan datang dengan tujuan baik.

Sofyan Candra, salah satu pengunjung asal Trenggalek mengaku tertarik dengan bangunan unik di komplek tersebut.

Baca Juga: Klenteng Berdampingan dengan Masjid, Potret Toleransi Beragama di Jember

"Penasaran saya sih. Bisa dijadikan tempat untuk refreshing dan menghilangkan penat dari kegiatan sehari-hari," akunya saat ditemui di lokasi.

Ia mengetahui adanya lokasi ini dari internet. Candra mengaku terkesan dengan adanya tempat ibadah yang berdiri berdampingan.

Imam, pengunjung lain menyatakan ketertarikannya terhadap keunikan rumah milik KH Ali Mursyid. Rumah tersebut diakuinya menunjukkan keberagaman dan toleransi antar agama di Indonesia.

"Ketika kita ke sini dengan latar belakang agama masing-masing lalu melihat ada rumah ibadah yang berdiri berdampingan, bisa memupuk kerukunan," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.