Jumat, 12 Jun 2026 04:24 WIB

Klenteng Berdampingan dengan Masjid, Potret Toleransi Beragama di Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 26 Jan 2025 13:10 WIB
Klenteng Pay Lien San berdampingan dengan Masjid Al-Barokah (Sugianto)
Klenteng Pay Lien San berdampingan dengan Masjid Al-Barokah (Sugianto)

jatimnow.com - Lokasi Klenteng Pay Lien San berdampingan dengan Masjid Al-Barokah di Desa Glagahwero Kecamatan Panti Jember, menjadi contoh bentuk masyarakat yang memiliki toleransi beragama.

Di desa tersebut, kedua penganut agama yang berbeda saling menghargai antar satu agama dengan lainnya.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Hal ini tampak saat salah satu di antara tempat ibadah itu sedang melaksanakan kegiatan ibadah, bahkan di waktu yang bersamaan, keduanya tetap saling menghargai.

"Kalau kerukunan umat beragama di sini, saya rasa sangat terjamin dan terjalin banget," ucap Wakil Ketua Tempat Ibadat Tri Dharma (TTID) Pay Lien San, Heri Novel Stadiono, Sabtu (25/1/2025) kemarin.

Bahkan terkadang, dalam waktu hari-hari besar, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Raya Idul Fitri dan hari besar lainnya, kedua umat di wilayah tersebut saling membantu, baik dalam proses membersihkan tempat ibadah maupun membantu proses peringatan kegiatan hari besar.

"Tahun ini, lintas agama tidak hadir, mungkin ada kesibukan masing-masing. Tapi disini, ada muslimnya juga yang bantu-bantu bersih-bersih," ujarnya.

"Jadi tidak monoton satu agama saja. Yang penting, umat apapun bisa menjadi toleran, bilamana umat itu diberi ajaran toleransi dari kecil, saya yakin mudah," lanjutnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Begitu pula bagi umat beragama lain yang hendak masuk ke Klenteng, sangat terbuka. Karena Klenteng terbuka bagi siapapun, selama tidak mengganggu pelaksanaan ibadah.

"Jadi kita terbuka kepada semua umat, jadi tidak memilih, orang muslim, Kristen, gak boleh masuk, disilakan bila berkenan masuk. Tidak ada larangan, baik Budha, Konghucu atau lainnya," ungkapnya.

Bahkan di Klenteng Pay Lien San terdapat 3 agama yang berbeda, Konghucu, Buddha Mahayana dan Tao. Jadi berjalan berdampingan dan rukun, tanpa ada cekcok, tanpa saling merendahkan.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

"Apalagi di luar, tambah lebih mudah, karena tidak bersinggungan langsung. Kalau di dalam Klenteng, bersinggungan langsung," ungkapnya.

"Kita tidak pernah merasa beda, kalau tempat ibadah semua untuk ibadah, tidak ada yang diistimewakan dan untuk umum," imbuhnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.