Jumat, 12 Jun 2026 15:21 WIB

Pesan Ketua PWNU dan Muhammadiyah Jatim untuk Zulhas

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim saat menghadiri pelantikan bersama DPW-DPD PAN se Jatim di Surabaya (Foto: Media Center PAN)
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua PW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim saat menghadiri pelantikan bersama DPW-DPD PAN se Jatim di Surabaya (Foto: Media Center PAN)

Surabaya - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan PW Muhammadiyah Jawa Timur memberikan pesan kepada Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas).

Pesan itu disampaikan Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dan Ketua WW Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Pesannya itu kita berjuang," ujar Zulhas kepada wartawan usai silaturahmi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (11/12/2021).

Silaturahmi itu juga dihadiri Sekjen PAN Eddy Suparno, sejumlah artis yang juga politisi PAN seperti Desi Ratnasari, Pasha Ungu, Elly Sugigi dan para pengurus DPW PAN Jatim.

Zulhas menyampaikan pesan terutama dari KH Marzuki Mustamar yaitu partai politik berbasis Islam seperti PAN, PKB, PPP jika melakukan kesalahan, maka dosanya besar, karena memikirkan NU, Muhammadiyah dan umat. Sedangkan parpol di luar Islam tidak menanggung dosa besar.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Memang itu lah. Kalau PKB, PAN, PPP mikirin NU, mikirin Muhammadiyah, mikirin umat. Mungkin yang lain-lain (parpol di luar Islam) mikirin sendiri-sendiri. Jadi memang beban kita lebih berat," tuturnya.

Zulhas mengaku senang ketika tokoh-tokoh dan guru-gurunya di NU maupun di Muhammadiyah bisa duduk bareng. Seperti yang terjadi pada siang tadi, KH Saad Ibrahim dan KH Marzuki Mustamar bersama-sama menghadiri pelantikan bersama DPW dan DPD PAN se Jatim di Hotel Westin, Surabaya.

"Kalau tokoh-tokoh kita, guru-guru kita dari NU, dari Muhammadiyah duduk bareng saja, kita sudah senang. Rakyat sudah senang, sudah gembira," tutur dia.

Baca Juga: Sederet Kiai Sepuh PBNU Temui Rais Aam Bahas Percepatan Muktamar ke-35

Menurut Zulhas, perbedaan di politik adalah hal biasa. Bahkan suami istri berbeda pendapat maupun pilihan politik juga biasa dan terpenting tetap akur.

"Bahwa berbeda itu sudah biasa. Suami istri beda kan. Beda politik itu nggak apa-apa. Tapi dengan duduk bareng itu kita bahagia. Orangtua kita, guru-guru kita, yang mendirikan negeri ini akur. Bahwa ada perbedaan politik, perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.