Kamis, 18 Jun 2026 16:54 WIB

Muktamar Ke-34 NU, Gus Choi: Harap PBNU Tak Rangkap Jabatan di Parpol atau Ormas

Nahdlatul Ulama (NU).
Nahdlatul Ulama (NU).

Surabaya - Kader Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie (Gus Choi) mengharapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung, tidak merangkap jabatan di partai politik (parpol) atau menjadi pengurus di ormas lain.

Tujuannya, kata Gus Choi, agar kerja pengurus PBNU bisa lebih efektif dan bisa berkonsentrasi secara maksimal. Terlebih independensi PBNU pun harus dijaga kenetralannya dari campur tangan perpolitikan.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pesantren, Gus Yahya Apresiasi Inisiatif KH Imam Jazuli

"Agar PBNU independen dan mandiri. Tidak terkontaminasi dan terpapar oleh virus permainan politik dan kepentingan busuk dari luar, baik langsung maupun tidak langsung," ujar Gus Choi dalam keterangan yang diterima jatimnow.com, Kamis (9/12/2021).

Ia juga meminta agar distribusi kader NU dijaga dengan baik.

"Dua puluh tahun telah terjadi boming kader NU yang bergelar sarjana S1, S2, S3, bahkan profesor dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu. Mereka lulus dari berbagai universitas baik dalam negeri maupun luar negeri. Dari timur tengah maupun dari barat. Mereka semua sudah siap berkontribusi kepada NU dengan porsinya masing masing," jelasnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Apalagi hingga monopoli jabatan, yang menyebabkan perpecahan ditubuh NU.

"Karena itu, mulai periode ke depan jangan ada lagi monopoli peran dan jabatan. Sekarang ini di PBNU, di MUI, di partai tampaknya orangnya sama. Itu lagi, itu lagi, seolah NU tidak punya kader," lanjutnya.

Baca Juga: Katib Syuriyah PBNU Kecam Penyergapan Relawan Indonesia oleh IOF

Gus Choi menegaskan, Pengurus PBNU harus netral. NU merupakan organisasi para ulama yang harus suci dari praktik-praktik politik. Tokoh NU layaknya seorang negarawan, pengusaha, teknokrat, profesional dan aktifis, sehingga tidak menghidupi diri dan dapurnya dengan NU.

"Sedangkan kader NU yang mengabdi di luar NU sesekali bisa diundang untuk silaturahmi membahas berbagai isu strategis baik terkait keagamaan maupun kebangsaan dan kerakyatan," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.