Rabu, 17 Jun 2026 04:25 WIB

Kisah Mahasiswa Unesa Jadi Relawan Bagi Penyandang Disabilitas

  • Penulis :
  • | Senin, 06 Des 2021 13:29 WIB
Mahasiswi Unesa menjadi relawan disabilitas
Mahasiswi Unesa menjadi relawan disabilitas

Surabaya - Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui mahasiswa jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) FIP terjun langsung menjadi relawan bagi penyandang disabilitas untuk membantu proses belajar.

Salah satunya Fathurrahman Sitorus, mahasiswa yang menjadi relawan sejak 2020 lalu. Berawal dari ingin menambah pengalaman dan belajar tentang tata cara berinteraksi dengan teman–teman disabilitas, ia pun membaur langsung untuk menjadi relawan.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

Mulai dari memberikan pendampingan saat pelaksanaan Test Of English Proficiency (TEP), mengadakan lomba di hari disabilitas, serta melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran mengenai anak berkebutuhan khusus.

Sebagai relawan, Fathurrahman mendapatkan banyak pelajaran dan semakin bersabar memahami orang lain.

“Entah mengapa ada kebanggaan tersendiri yang saya rasakan,” ujarnya sebagaimana keterangan yang diterima redaksi, Senin (6/12/2021).

“Seperti ketika mendampingi tunanetra, itu ada cara khusus untuk menuntun. Saat pandemi, cara berbicara dengan tuna rungu harus membuka masker atau menggunakan masker khusus untuk mempermudah mereka dalam membaca gerak bibir dan kita dukung dengan bahasa isyarat,” jelasnya.

Baca Juga: KADIN Jatim Soroti Ketimpangan Pajak UMKM dan Korporasi

Relawan lain, Tuti Mulyani mahasiswi Unesa yang juga seorang tunanetra, mendapat pengalaman yang sama. Sebagai relawan, ia membantu mahasiswa disabilitas lain dalam mengakses berbagai layanan kampus.

“Saya bertugas untuk mengonfirmasi dan menjelaskan mekanisme TEP kepada teman–teman disabilitas, juga mengenalkan layanan pendidikan daring di UNESA, seperti vi-learn, google classroom dan lain-lain,” paparnya.

Menurutnya, membantu dan memudahkan urusan orang lain pada dasarnya seperti memudahkan urusannya sendiri.

Baca Juga: Rapor Publik Pejabat: Terobosan Akuntabilitas atau Sekadar Pertunjukan Transparansi?

"Selain itu saya juga bisa memotivasi teman-teman disabilitas lain untuk belajar dan mengembangkan diri. Karena kita punya peluang dan hak yang sama untuk sukses. Saya selalu ajak mereka untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita mampu,” pungkasnya.

Reporter: Shella Shofiyannajah

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.