Sabtu, 13 Jun 2026 06:07 WIB

Erupsi Gunung Semeru

Usai Terima Kunjungan Panglima TNI, Khofifah Berkantor di Lumajang

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkantor di Lumajang (Foto-foto: Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkantor di Lumajang (Foto-foto: Pemprov Jatim)

Lumajang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkantor di Lumajang untuk mengawal langsung upaya penanganan bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

Keputusan itu diambil Khofifah usai melihat luasnya dampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, mulai Dusun Kampung Renteng, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Mujur, Desa Sumberwuluh, Desa Penanggal dan Desa Sumber Rejo.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Sedangkan di Kecamatan Pronojiwo, desa terdampak adalah Desa Supiturang, Sumber Urip dan Oro-oro Ombo. Di mana sejumlah rumah warga tertimbun material vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Selain itu, akses jalan dari pusat pemerintahan dan perekonomian Lumajang ke Kecamatan Pronojiwo juga terputus akibat ambruknya Jembatan Gladak Perak.

"Seluruh pekerjaan saya kerjakan dari Lumajang. Beberapa agenda saya minta Pak Wagub mewakili. Penanganan bencana GAP Semeru ini menjadi prioritas utama, utamanya search and rescue (pencarian dan penyelamatan). Termasuk yang berkenaan dengan kebutuhan para pengungsi, semua di bawah koordinasi BNPB, Pemprov Jatim dan Pemkab Lumajang akan memaksimalkan layanan masyarakat terdampak bencana," ungkap Khofifah di Lumajang, Minggu (5/12/2021).

"Saya ingin memastikan konsolidasi data dan koordinasi pencarian, penyelamatan, evakuasi dan penanganan pengungsi berjalan efektif dan semoga tidak ada yang terlewat. Mengingat bencana ini dialami warga Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Mengingat Jembatan Gladak Perak putus, maka penanganan dibagi dua titik di masing- masing kecamatan. Semua kebutuhan dasar warga kita ihtiarkan agar tersedia. Makanan, minuman, pakaian, obat-obatan sebisa mungkin terpenuhi," beber dia.

Khofifah menyebut, dengan berkantor langsung di Lumajang, maka koordinasi antar stakeholder terkait upaya penanganan kegawatdaruratan pascaGAP Gunung Semeru jauh lebih cepat.

Khofifah Terima Kunjungan Panglima TNI

Usai melakukan peninjauan di beberapa titik, Khofifah bersama Kepala BNPB, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang menerima kunjungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Kantor Kecamatan Pasiran.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

Terkait banyaknya rumah warga yang rusak dan hancur akibat guguran awan panas, Khofifah mengatakan Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang. Termasuk terkait sejumlah ruas jembatan yang runtuh.

"Bantuan dari BNPB, PUPR, TNI terkait penanganan jangka pendek sudah berdatangan sejak semalam. InsyaAllah, penanganan bencana erupsi ini bisa berjalan dengan baik. Menko PMK juga terus aktif berkoordinasi terkait apa-apa saja yang dibutuhkan Jawa Timur," imbuhnya.

Secara khusus Khofifah menyampaikan terimakasih kepada Panglima TNI yang melakukan kunjungan sekaligus mengirim berbagai alat berat untuk daerah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di LumajangGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di Lumajang

Terkait pengungsi, lanjut Khofifah, selain memenuhi kebutuhan dasar, Pemprov Jatim juga mengerahkan tim trauma healing guna menghilangkan rasa trauma pengungsi dengan sasaran utama perempuan, anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

"Anak-anak di pengungsian akan didampingi memberikan hiburan kepada mereka. Dari awal terjadinya bencana saya sudah perintahkan agar tim psikososial segera melakukan assessment terhadap anak-anak," tutur dia.

Sementara Pemprov Jatim telah mengirimkan ratusan paket bantuan ke Lumajang berupa beras, lauk pauk, tambah gizi, selimut, family kids, baju anak-anak dan sembako. Juga dikirimkan terpal, kantong mayat, pampers, masker kain, masker medis, sandang, air, biskuit bayi, minyak telon, minyak kayu putih dan suplemen.

Ada juga trail, chainsaw, tenda pengungsi, tenda posko, genset, light tower, velbed, sleeping bag, police line, cangkul, sekrop, kabel, jurigen, sepatu boot, kacamata google, toolkit, helm dan antena tower hidrolis.

Kepada Pemerintah Lumajang, Khofifah meminta agar koordinasi antara wilayah Candipuro dan Pronojiwo harus terus terjaga guna memastikan kebutuhan warga dan pengungsi selalu tercukupi. Termasuk di antaranya kebutuhan penanganan kesehatan bagi para pengungsi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.