Rabu, 17 Jun 2026 05:08 WIB

Mahasiswi Meninggal Dekat Makam Ayah, Polisi: Korban Aborsi 2 Kali

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers kasus bunuh diri NW. (Foto: Achmad Supriyadi)
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers kasus bunuh diri NW. (Foto: Achmad Supriyadi)

Mojokerto - Polisi membeberkan fakta baru dalam kasus bunuh diri yang dilakukan oleh NW dengan menenggak racun potasium dekat makam ayahnya.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, korban dan RB berkenalan pada tahun 2019 saat acara distro baju di Malang dan bertukar nomor handphone.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Setelah bertukaran nomor handphone mereka resmi berpacaran. Mereka melakukan perbuatan seperti suami istri dan berlangsung dari 2020 sampai 2021 yang dilakukan di kos mereka dan di hotel Malang," kata Slamet, Sabtu (4/12/2021).

Baca Juga:

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Ia menambahkan, korban diketahui hamil sebanyak dua kali dan digugurkan menggunakan obat penggugur kandungan yang dibeli di Malang.

"Kemudian kita dapatkan juga adanya satu bukti juga selama pacaran dari Oktober 2019 hingga 2021 sudah melakukan tindakan aborsi bersama. Pertama Maret 2020 dan kedua Agustus 2021," tukasnya.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, SportTrip Hijaukan Lereng Gunung Penanggungan

Masih kata Slamet, untuk perbuatan yang melanggar hukum, RB dijerat pasal 348 KUHP juncto 55 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara untuk pidana hukum.

"Secara internal kita akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik dengan pasal 7 dan pasal 11 itu secara internal. Ini adalah langkah yang kita lakukan terkait kasus yang menimpa anggota kita, kita akan jalankan dan menerapkan pasal ini terhadap anggota melakukan pelanggaran," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.