Minggu, 21 Jun 2026 22:28 WIB

Festival Kita Bisa Banyuwangi, Wadah Kreasi Pelajar Penyandang Disabilitas

  • Penulis :
  • | Jumat, 03 Des 2021 18:40 WIB
Festival Kita Bisa Banyuwangi, wadah kreasi pelajar penyandang disabilitas
Festival Kita Bisa Banyuwangi, wadah kreasi pelajar penyandang disabilitas

Banyuwangi - Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember sudah mulai diperingati di Kabupaten Banyuwangi sejak awal Desember.

Peringatan tersebut diawali dengan gelaran 'Festival Kita Bisa' yang dihelat di SD Negeri Model, Sobo, Banyuwangi, Rabu (1/12/2021). Festival tersebut menampilkan beragam kreasi seni dan olahraga dari anak-anak muda penyandang disabilitas.

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

"Dengan festival ini, kita ingin mewujudkan apa yang disebut dengan education for all. Pendidikan untuk semua. Di festival inilah, kita memberi ruang dan panggung bagi anak-anak penyandang disabilitas," terang Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Untuk diketahui, lanjut Suratno, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia mengamanatkan bahwa pendidikan adalah hak bagi setiap warga negara. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Mereka berhak untuk memperoleh pendidikan secara setara tanpa adanya diskriminasi.

"Oleh karena itu, kami di Banyuwangi berupaya keras untuk mewujudkan apa yang menjadi amanat ini. Semua sekolah di Banyuwangi kami dorong menjadi sekolah inklusi yang mengharuskan kami untuk menerima pelajar penyandang disabilitas," papar Ipuk.

Sejak 2013, Banyuwangi memang berupaya untuk mewujudkan sekolah inklusi yang ramah bagi para penyandang disabilitas. Secara bertahap jumlah sekolah inklusi terus bertambah. Hingga hari ini, semua sekolah negeri dari tingkat PAUD sampai SMA/Sederajat telah berstatus inklusif.

"Sebagai bentuk perhatian, pemerintah memberikan insentif khusus bagi guru pendamping pelajar penyandang disabilitas," paparnya.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi menaruh perhatian dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas.

"Tidak hanya dalam bidang pendidikan saja, kami juga berusaha untuk memenuhi hak-hak kaum disabilitas dalam berbagai bidang. Seperti halnya dalam dunia kerja, pelayanan umum sampai terpenuhinya fasilitas disabilitas di tempat-tempat publik secara bertahap," terang Ipuk.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Hal itu, sambung Ipuk, telah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas.

"Aturan ini secara bertahap kita jalankan. Kami berkomitmen untuk bisa memenuhinya," lanjutnya.

Festival Kita Bisa ini merupakan ajang kreasi bagi siswa-siswi penyandang disabilitas tingkat sekolah dasar se Kabupaten Banyuwangi. Perlombaan ini juga sekaligus sebagai ajang seleksi untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Jawa Timur untuk kategori disabilitas.

"Perlombaannya antara lain atletik, bulutangkis, catur, menyanyi dan menggambar," terang Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

Penyelenggaraannya dibagi di lima tempat. Selain di SDN Model, Sobo, yang menjadi lokasi pembukaan, juga bertempat di empat sekolah lainnya. Yaitu SDN 1 Lateng, SDN 1 Kebalenan, SDN 1 Mojopanggung dan SDN 4 Penganjuran.

"Biar tidak terjadi penumpukan. Karena acara ini, menerapkan protokol kesehatan yang ketat," pungkasnya.

Festival Kita Bisa Banyuwangi, wadah kreasi pelajar penyandang disabilitasFestival Kita Bisa Banyuwangi, wadah kreasi pelajar penyandang disabilitas

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.