Jumat, 19 Jun 2026 06:03 WIB

Kaki Ibu Tertimpa Tembok Roboh di Malang Akhirnya Diamputasi

Anita Angelika akhirnya harus merelakan kaki kirinya diamputasi . (Foto: Galih Rakasiwi)
Anita Angelika akhirnya harus merelakan kaki kirinya diamputasi . (Foto: Galih Rakasiwi)

Malang - Anita Angelika (38) akhirnya harus merelakan kaki kirinya diamputasi karena mengalami luka serius, tulang hancur dan pembuluh darahnya sudah rusak.

Anita merupakan korban tembok yang roboh di Gang I RT 7 RW 2, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (14/11/2021) lalu.

Baca Juga: Tembok Rumah Warga Trenggalek Ambruk Terdampak Gempa Tuban

Saat itu saat dia melintas tiba-tiba tembok tersebut roboh dan menimpa dirinya bersama kedua anaknya yaitu AA (11) dan AW (1,5).

Suami Anita, Nugroho Widyanto (38) mengatakan amputasi merupakan jalan satu-satunya agar sakit yang diderita istrinya tidak semakin parah.

"Bagaimana lagi, itu jalan satu-satunya soalnya lukanya terlalu parah," keluhnya, Jumat (3/12/2021).

Operasi amputasi sendiri dilakukan pada Selasa (30/11/2021) silam di RSSA Malang.

Baca Juga: Ibu dan Dua Anak Tertimpa Tembok Roboh di Kota Malang, Polisi: Sudah Dimediasi

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Pagar Dinas PUPR Jombang Ambruk

"Setelah dioperasi kaki istri saya langsung saya makamkan," tuturnya.

Kemudian saat ditanya kabar kedua anaknya yang ikut tertimpa tembok, Nugroho mengaku bila AA sekarang dirawat di rumah saudaranya karena kakinya masih terpasang pen.

"Kalau adiknya alhamdulillah tidak apa-apa. Tapi kakaknya, kaki yang kanan sudah bisa untuk menekuk tapi yang kiri masih belum soalnya masih terpasang pen untuk meluruskan tulangnya," imbuhnya.

Sedangkan soal biaya pemulihan, Nugroho menjawab bila semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Tapi ada yang tidak tercover oleh BPJS yaitu obat pemulihan.

Baca Juga: Pekerja Bangunan asal Mojokerto Tewas Tertimpa Tembok di Surabaya

"Kalau obat pemulihan tidak ditanggung, sepaket harganya Rp500 ribu. Itu yang membuat saya bingung, sering kali saya cari pinjaman uang ke teman hingga Pak RT. Akhirnya sama Ketua RT dimintakan ke pemilik rumah yang temboknya roboh itu, dan dikasih uang Rp4 juta," ungkapnya.

Selain itu, ia mendapat bantuan paket sembako dari pihak kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, dan masyarakat sekitar. Bantuan tersebut digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

"Harapan saya cuma satu istri dan anak saya lekas sehat lagi. Semoga saya masih bisa membelikan kebutuhan untuk kesehatan untuk anak dan istri," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.