Rabu, 10 Jun 2026 13:00 WIB

Dua Siswi SD di Gresik Ciptakan Alat Pengukur Kadar Oksigen Bagi Tuna Netra

Dua siswi kelas V SD Muhammadiyah Manyar Gresik yang ciptakan alat pengukur kadar oksigen bagi tuna netra (Foto-foto: Istimewa)
Dua siswi kelas V SD Muhammadiyah Manyar Gresik yang ciptakan alat pengukur kadar oksigen bagi tuna netra (Foto-foto: Istimewa)

Gresik - Dua siswi sekolah dasar (SD) di Gresik menciptakan alat pengukur kadar oksigen bagi penyandang tuna netra. Alat tersebut diberi nama oksibraille.

Kedua siswi yang menjadi kreator alat itu adalah Adelia Shovia Putri (11) dan Dania Azra Nazifa (11). Keduanya saat ini duduk di kelas V SD Muhammadiyah Manyar Gresik.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Adelia mengatakan, dirinya dan Dania termotivasi untuk bisa membantu penyandang tuna netra mengetahui kadar oksigen dalam dirinya tanpa harus meminta bantuan orang lain.

"Ide awalnya, kami memikirkan bahwa banyak anak (penyandang) tuna netra itu ingin mengetahui kadar oksigennya tanpa bantuan orang lain," tutur Adelia ketika ditemui di sekolahnya, Rabu (1/12/2021).

Menurut Adelia, pengerjaan alat tersebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Adapun peralatan yang dibutuhkan untuk menciptakan oksibralle itu berupa piranti lunak, sensor, baterai, kotak hingga speaker.

Oksibraille kemudian dihubungkan pada laptop atau komputer yang memiliki program Ardinuro untuk validitas hasil.

"Cara kerjanya, pasien tuna netra menempelkan jari telunjuk ke oksibralle selama 10 detik. Setelah itu alat akan mengeluarkan suara jumlah kadar oksigen yang bisa didengarkan oleh pasien," jelasnya.

Adelia menambahkan, program Arduino merupakan platform hardware yang paling mudah dipahami anak-anak. Program ini juga dapat mendeteksi apabila alat mengalami kerusakan atau dalam bahasa pemrograman biasa disebut debug, seperti ketika kurang valid dalam mendeteksi kadar oksigen.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Masih kata Adelia, cara kerja oksibraille ini layaknya oksimeter, yang melakukan scanning kecerahan darah pasien melalui sensor yang terpasang untuk mengetahui kadar oksigen seseorang.

"Setiap ganti pasien alat harus direset ulang supaya validitas kadar oksigennya akurat. Untuk kadar oksigen yang bagus biasanya di atas angka 95," jelasnya.

Ria Eka Lestari, guru pembimbing kedua siswi itu mengungkapkan bahwa oksibraille sempat mengalami perbaikan beberapa kali. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan performa agar sesuai yang diharapkan.

Perbaikan yang dilakukan antara lain memodifikasi pasokan daya. Jika awalnya menggunakan tenaga listrik, maka kini menggunakan baterai berkapasitas 9 volt.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

"Tujuannya untuk meminimalisir pasien kesetrum," ucap Ria.

Sejak diciptakan, oksibraille telah diikutkan pada ajang lomba yang digelar oleh Dinas Pendidikan Gresik dan Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) tingkat nasional.

"Di perlombaan dinas pendidikan, oksibraille juara dua. Setelah itu kami modifikasi, alhamdulillah di lomba KJSA dapat juara pertama," pungkas Ria.

Alat pengukur kadar oksigen bagi tuna netra yang diciptakan dua siswi SD di GresikAlat pengukur kadar oksigen bagi tuna netra yang diciptakan dua siswi SD di Gresik

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.