Selasa, 23 Jun 2026 02:18 WIB

Buruh di Jatim Minta Upah Naik Rp 300 Ribu, Ancam Demo Lagi Bila Tak Dituruti

Demo buruh Jatim di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Demo buruh Jatim di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) memprotes besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur yang naik hanya Rp 22 ribu. Mereka meminta kenaikan lebih dari angka itu.

Mereka mengancam bakal menggelar demo dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tersebut tidak dikabulkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

"Sejatinya tidak ada kenaikan upah bagi kaum buruh, karena kenaikan itu lebih rendah dari nilai inflasi Jawa Timur Tahun 2021. Artinya apa? upah buruh tidak naik, daya buruh tidak naik karena tergerus oleh inflasi," ujar Sekretaris FSPMI Jatim, Nurudin Hidayat di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (22/11/2021).

Dari aksi tersebut, buruh meminta agar UMP Jatim bisa naik hingga 13 persen atau Rp 300 ribu. Usulan itu sudah disampaikan Nurudin dalam audiensi bersama DPRD Jatim tentang UMP Jatim.

"14 Oktober 2021 di depan DPRD Provinsi Jatim kami telah melakukan komitmen politik terdiri dari Komisi E, Kadisnaker Provinsi, BPS dan perwakilan serikat buruh," ungkapnya.

Menurut Nurudin, bila dalam pertemuan UMP Jatim tetap tidak naik, buruh mengancam bakal menggelar aksi yang lebih besar hingga mogok kerja serentak.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

"Hari ini pimpinan buruh se Jawa Timur sedang kumpul, rapat untuk mempersiapkan aksi besar hingga mogok massal," tegasnya.

Sementara aksi buruh itu dijaga ketat ratusan personel polisi dan TNI, baik dari Polrestabes Surabaya maupun Polda Jatim.

"Untuk personel ini ada 650, baik dari Samapta Polrestabes Surabaya dan polsek, berlanjut dari Samapta Polda, BKO dari Satbrimbob," terang Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan.

Baca Juga: Usung Empat Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jember

Yusep mengimbau para buruh menyampaikan aspirasinya dengan tertib serta turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Penyampaian aspirasi yang dibuat disampaikan dengan baik. Semoga ini menjadi pola dan role model, semoga ini menjadi pola kepada pihak dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi," tambahnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.