Rabu, 17 Jun 2026 13:48 WIB

DPRD Minta Pemerintah Kota Lakukan Mitigasi Bencana di Surabaya

  • Penulis : Advertorial
  • | Selasa, 16 Nov 2021 18:03 WIB
Sekretaris Baguna DPC PDIP Surabaya Budi Leksono. (Foto: Istimewa)
Sekretaris Baguna DPC PDIP Surabaya Budi Leksono. (Foto: Istimewa)

Surabaya - Intensitas curah hujan di Jawa Timur mulai tinggi. Untuk itu, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Budi Leksono meminta kepada Pemkot Surabaya untuk melakukan mitigasi bencana.

"Sudah masuk musim hujan waktunya siaga. Saya meminta kepada Pemkot Surabaya untuk lebih masih memantau sudut-sudut kota yang rawan bencana," ujar Bulek, sapaan akrab Budi Leksono, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Ia menyebut, bencana yang perlu diantisipasi di antaranya angin puting beliung, pohon tumbang, hingga petir.

"Yang harus diantisipasi adanya kemungkinan terkait dengan petir, angin, pohon tumbang dan keberadaan sungai, saluran yang ketinggiannya rawan," imbuhnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDIP Surabaya itu mencontohkan kawasan-kawasan yang menjadi langganan banjir, seperti kawasan utara Surabaya yang sewaktu-waktu bisa terjadi banjir rob.

Lalu, kawasan Surabaya pusat yang rawan genangan. Pihaknya meminta intensitas pemantauan saluran air lebih diperketat. Jangan sampai kawasan vital tergenang oleh air.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Seperti kawasan utara yang rawan banjir rob ataupun pusat kota yang rawan genangan," katanya.

"Alat alat vital instansi vertikal terkait dengan keberadaan fasilitas listrik juga perlu ditingkatkan kewaspadaan," lanjutnya.

Ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Surabaya itu juga meminta agar pemantauan kepada sungai Kalimas agar lebih ditingkatkan, mengingat banyak korban tenggelam di sana.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

"Dan itu juga, kawasan Kalimas itu harus dijaga betul, kalau perlu pasang kamera yang terkoneksi dengan BPB Linmas, jadi setiap ada anak-anak yang berenang, personil di dekat bisa langsung ditugaskan untuk menegur," tegasnya.

Kepada masyarakat Surabaya, lanjut Budi, agar lebih hati-hati saat ke luar dari rumah. Bahkan jika keperluan itu tidak mendesak ia meminta agar lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 yang diprediksi akan menghantam pada akhir 2021 mendatang.

"Kurangi aktivitas di luar, selain menjaga diri juga menjaga orang lain. Kita sedang dihantui gelombang tiga, jika Maret hingga April 2022 kita lolos, makan kita sukses," jelasnya. (ADV)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.