Rabu, 17 Jun 2026 10:02 WIB

Jalur Alternatif Banyuwangi-Jember Dibuka Usai Banjir Bandang

  • Penulis :
  • | Sabtu, 23 Jun 2018 11:30 WIB
Bupati Anas saat meninjau lokasi banjir/Foto: istimewa
Bupati Anas saat meninjau lokasi banjir/Foto: istimewa

jatimnow.com - Penanganan pasca banjir bandang yang melanda empat dusun di Desa Alasmalang, Singojuruh Banyuwangi terus dilakukan. Tak hanya dilakukan oleh petugas, sejumlah elemen masyarakat turut menjadi relawan membantu warga terdampak secara gotong royong.

Selain itu, jalur alternatif Banyuwangi-Jember yang sempat terputus akibat banjir bandang, hari ini juga sudah dibuka kembali. 

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun kembali meninjau lokasi terdampak pada Jumat tengah malam, (22/6/2018). Selama dua jam, Anas keliling mengecek dapur umum, posko tanggap bencana, posko kesehatan, dan lokasi terdampak untuk melihat perkembangan penanganan pasca banjir. 

"Saya ingin melihat kondisi usai banjir, dan memastikan semua cepat ditangani. Apalagi tadi telah ditandatangani Surat Pernyataan Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan, sehingga dana untuk penanganan APBD lewat anggaran belanja tidak terduga bisa segera dioptimalkan," jelas Anas. 

Anas telah menandatangani Surat Pernyataan Tanggap Darurat Bencana sebagai dasar untuk mengeluarkan anggaran belanja tidak terduga untuk kegiatan penanganan darurat dasar.

Anggaran itu akan digunakan untuk kegiatan seperti penyediaan air bersih, pendirian dapur umum, pemenuhan sandang, sewa alat berat, dan pembiayaan lainnya yang harus segera dieksekusi. 

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, akibat banjir bandang kemarin tercatat 23 rumah rusak berat, 80 rumah rusak ringan.

"Total ada sekitar 328 rumah terkena aliran air. Tidak ada korban jiwa dari kasus ini. Tidak sampai mendirikan tenda pengungsian bagi warga, karena mereka masih bisa ditampung di rumah saudara terdekat, " jelas Anas. 

Pada hari ini, juga diserahkan bantuan beras dari Pemkab Banyuwangi untuk 650 KK terdampak. Berasnya diambilkan dari gudang Bulog. 

Anas terus memantau penanganan banjir ini, khususnya yang terdampak langsung. Seperti akses jalan alternatif Jember - Banyuwangi via kawasan Gambor yang tertutup lumpur 50 cm segera dikeruk lumpurnya. 

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

"Alat-alat berat Sabtu pagi mulai membersihkan lumpur. Dari keterangan BPBD, jalur alternatif ke Jember Sabtu sore sudah bisa dilewati,” kata Anas. 

Selain jalan, rumah-rumah yang tergenang lumpur dibantu pengerukan secara manual. Berbagai unsur gabungan masyarakat turut membantu, mulai TNI, Polri, PNS, NU, perwakilan lintas agama, hingga relawan masyarakat.

"Ini yang membuat saya bangga, karena semua warga bergegas membantu warga di empat dusun yang terdampak. Warga dari kecamatan lain bahkan juga ikut membantu yang dikoordinasi camatnya. Ini bentuk kolaborasi. Bahkan sudah banyak warga turun jadi relawan," kata Anas. 

Sejumlah ormas seperti Nadlatul Ulama (NU) dan sekelompok netizen mengajak netizen lain menjadi relawan untuk membantu penanganan pasca banjir. 

"Baznas juga menyatakan siap membantu. Ini dari Lazis (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh). NU juga langsung turun," kata Anas. 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

Seperti diketahui, pada Jumat 22 Juni, empat dusun di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, mengalami banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu. Banjir masuk ke rumah warga sekitar pukul 09.00 WIB.

Banjir diakibatkan adanya gerakan tanah di lereng Gunung Raung, tepatnya di kawasan Gunung Pendil akibat curah hujan tinggi. Gerakan tanah tersebut mengakibatkan sejumlah material vulkanik Gunung Pendil yang mengendap ribuan tahun terangkat. Banjir ini tidak disebabkan oleh illegal logging.

 

Penulis/editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.