Senin, 22 Jun 2026 00:14 WIB

Cerita Tewasnya Balita di Surabaya Oleh Ibu Kandungnya

Tersangka AS memeragakan 19 adekan reka ulang, penganiayaan terhadap MTP.
Tersangka AS memeragakan 19 adekan reka ulang, penganiayaan terhadap MTP.

Surabaya - Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan rekonstruksi ulang kasus penganiayaan yang menewaskan balita MTP (4). Sejumlah adegan direka ulang oleh AS (24) ibu kandung korban yang juga pelaku penganiayaan.

Rekonstruksi dilakukan di Ruang layanan khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (12/11/2021), didukung tim inafis, Unit Resmob dan Unit PPA.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Baca juga: Balita yang Tewas Dianiaya di Surabaya itu Baru Dua Minggu Diasuh Ibunya

Dari pengamatan jatimnow.com di lokasi, AS yang mengenakan baju tahanan, memeragakan sebanyak 19 adegan. Selama berlangsungnya proses reka adegan, perempuan asal Simokerto tersebut sama sekali tidak memperlihatkan rasa penyesalan. Tersangka juga tampak menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh petugas.

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Gondam Pringgodhani mengatakan, untuk sementara hasil rekonstruksi yang dilakukan penyidik sebagai bahan pemeriksaan lanjutan dan paling minimal mengetahui adegan-adegan tadi yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban.

"Ada 19 adegan yang dilakukan yang mengakibatkan anak kandungnya meninggal dunia. Sementara itu. Mungkin nantinya dari hasil reka ulang adegan tersebut kita akan perdalam lagi dalam berita acara pemeriksaan terhadap terduga pelaku," jelas Gondam.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap AS guna mengetahui apakah yang bersangkutan mengidap gangguan jiwa atau tidak.

"Tadi pagi sudah dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh dokter psikiater. Namun kita masih menunggu hasilnya," jelasnya.

Saat ini, polisi masih mendalami motif tersangka menganiaya korban hingga menyebabkan MTP meninggal dunia.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

"Motifnya masih didalalami, namun pada prinsipnya karena memang pelaku dengan korban ini sudah lama tidak bertemu dalam jangka waktu pada saat setelah melahirkan," urainya.

"Kemudian terakhir bertemu sebelum korban meninggal sekitar kurang lebih 2 minggu. Pelaku juga mungkin belum tahu kebiasaan-kebiasaan dari korban," imbuhnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.