Selasa, 16 Jun 2026 16:41 WIB

Banjir di Pacitan, Material Batu dan Lumpur Tutup Jalan Penghubung Dua Desa

Material batu dan lumpur yang terbawa banjir menutup jalan penghubung dua desa di Pacitan
Material batu dan lumpur yang terbawa banjir menutup jalan penghubung dua desa di Pacitan

Pacitan - Material batu Bukit Parangan di Pacitan terbawa banjir, Senin (8/11/2021). Akibatnya, jalan penghubung dua desa di Kecamatan Arjosari tertutup total.

"Kejadiannya jam 19.00 WIB. Ini jalan masih tidak bisa dilintasi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Didik Alih Wibowo.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Didik menyebut bahwa batu-batu yang terbawa banjir menutup jalan penghubung Desa Karangrejo dan Desa Karanggede. Jalan yang tertutup batu dan lumpur tersebut juga merupakan jalan menuju Waduk Tukul.

Menurut Didik, material yang terbawa banjir itu setebal 30 meter dan lebar 500 meter. Material itu menutup jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Sebelumnya wilayah Kecamatan Arjosari tidak diguyur hujan. Namun tiba-tiba banjir dari atas Bukit Parangan Desa Karangrejo membawa material berupa lumpur dan batu menutup akses jalan desa.

Didik menambahkan, saat ini petugas BPBD, kepolisian serta personel Koramil Arjosari telah memasang tanda bahaya di sekitar lokasi. Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak mendekati lokasi karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Saat ini jalan tersebut belum bisa dilalui kendaraan bermotor. Warga juga diharapkan untuk lebih berhati-hati saat berada di sekitar lokasi," tambahnya.

Didik mengaku proses evakuasi material banjir belum dapat dilakukan. Sebab di lokasi masih hujan dan dalam kondisi gelap.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.