Kamis, 18 Jun 2026 13:12 WIB

Kapal Tongkang Rusak di Banyuwangi, Seribu Ton Batu Bara Tumpah

Kapal tongkang angkut batu bara yang karam di Banyuwangi (Foto: Roni jatimnow.com)
Kapal tongkang angkut batu bara yang karam di Banyuwangi (Foto: Roni jatimnow.com)

Banyuwangi - Ribuan ton material batu bara tumpah ke laut lepas usai kapal tongkang Gold Trans 308 kandas dan mengalami kebocoran di perairan Teluk Pangpang, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Kapal yang mengangkut 7.500 meteriks ton batu bara itu, sebelumnya dilaporkan terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Gus Lilur Dirikan Kabantara Grup, Siap Dominasi Hegemoni Tambang Bauksit RI

Baca juga: 

Kebocoran mengakibatkan posisi kapal miring 30 derajat. Setidaknya sekitar 1.000 ton material batu bara tumpah ke laut lepas.

“Kurang lebih ada sekitar 1.000 ton material batu bara yang jatuh ke laut,” kata Hardianta, salah satu kru tugboat KR 306 Samarinda yang bertugas menarik kapal tongkang tersebut, saat dikonfirmasi Senin (8/11/2021).

Baca Juga: Gawat! Uji Air di Malang Temukan 11 dari 12 Sampel Terpapar Mikroplastik

Material batu bara yang jatuh ke laut, diketahui sejak adanya kebocoran kapal dari perairan Kepulauan Sepudi, Kabupaten Sumenep, hingga akhirnya kapal berhenti di perairan Teluk Pangpang, Muncar Banyuwangi.

“Untuk material batu bara, kita tidak tahu jatuhnya di mana. Karena dari perjalanan (saat diketahui adanya kebocoran lambung kapal) sudah jatuh,” ungkapnya.

Untuk saat ini, kata Hardianta, pihaknya masih berupaya melakukan perbaikan lambung yang bocor agar posisi kapal bisa normal kembali. Kendati demikian, belum diketahui secara pasti kapan kapal tersebut selesai diperbaiki.

Baca Juga: Terminal Batang Resmi Beroperasi, Uji Coba Perdana Berhasil Dilaksanakan

“Sebagian sudah ditambal. Sudah ada kenaikan posisi kapal di lambung kiri. Untuk kapan selesainya, kita belum tahu. Karena ini masih bongkar lagi di bagian belakang untuk menambal kebocoran,” ungkapnya.

Tumpahan material batu bara tersebut dikhawatirkan berdampak pada pencemaran lingkungan dan merusak ekosistem laut di kawasan Teluk Pangpang. Sebab, material batu bara ini tidak bisa terurai dan mengandung racun yang sangat berbahaya bagi biota laut.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.