Sabtu, 20 Jun 2026 18:28 WIB

Mencicipi Lezatnya Bekamal, Olahan Daging Fermentasi Suku Osing di Banyuwangi

Bekamal, masakan khas Suku Osing
Bekamal, masakan khas Suku Osing

Banyuwangi - Suku Osing atau juga disebut sebagai 'wong Blambangan' merupakan mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Selain memiliki keunikan bahasa sendiri karena mirip seperti bahasa Jawa namun banyak yang beda kata dan arti, Suku Osing juga memiliki khas makanan daerah dari warisan leluhur.

Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang

Salah satunya 'Bekamal'. Makanan khas Suku Osing itu adalah masakan daging yang difermentasi sebelum dimasak.

Salah satu warga di daerah Banyuwangi selatan, tepatnya di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Alyah (49), seorang ibu rumah tangga menceritakan cara masak Bekamal yang didapat dari neneknya.

"Saya paling suka dari masakan nenek itu masakan Bekamal. Dulu jika nenek sudah mulai bikin Bekamal yaitu daging yang difermentasi, saya menjadi betah di rumah," kata Alyah kepada jatimnow.com, Kamis (28/10/2021).

Ia menjelaskan, Bekamal terbuat dari bahan dasar daging sapi yang melalui proses pembusukan. Ketika daging sudah mulai membusuk, baru daging itu dimasak.

Proses masaknya sangat mudah dan hampir mirip seperti memasak rendang. Namun makanan itu tidak semua orang bisa merasakan masakan Bekamal.

"Dulu saya tidak suka makanan ini, tapi sekarang sebulan tidak makan saya bingung dan ketagihan," ujarnya.

Ia menyebutkan, tidak semua orang bisa mencicipi Bekamal.

Baca Juga: Lezatnya Nasi Muduk, Kuliner Tradisional Khas Pantura Lamongan

"Selain baunya menyengat, rasanya di lidah agak aneh. Tapi menurut saya, keanehan itu menjadi kelezatan yang tidak semua orang bisa menikmatinya," jelasnya.

Salah satu tokoh adat Osing asal Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sanusi (69) menyebutkan masakan Bekamal dibuat sebelum adanya penjajah di Bumi Blambangan.

"Masakan Bekamal itu ada sebelum penjajah. Mungkin sejak Kerajaan Blambangan, masakan itu sudah ada," kata Sanusi.

Masakan Bekamal itu sebenarnya proses pengawetan daging di zaman dulu sebelum ada alat penyimpan bahan makanan agar awet.

Baca Juga: Jalan-jalan Kota Tuban Bersama Si Mas Ganteng Dipandu Cung dan Nduk

Sampai sekarang masakan Bekamal menjadi hidangan istimewa di meja rumah asli Suku Osing. Mereka sangat menjaga tradisi warisan dari leluhur.

"Masakan Bekamal itu bahan daging yang sebelum dimasak diawetkan dengan cara diberi bumbu khusus dulu, lalu ditaruh di tempat yang kedap udara. Kalau sekarang ditaruh di dalam toples. Itu waktunya ada yang menyimpannya satu bulan baru dimasak," terang Sanusi.

Tokoh adat Osing asal Desa Glagah, Sanusi

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.