Rabu, 17 Jun 2026 03:02 WIB

Pelaksanaan Proyek Pokir di Kabupaten Pasuruan Disorot

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 26 Okt 2021 18:31 WIB
Aksi unjuk rasa soroti proyek pokir di Kabupaten Pasuruan
Aksi unjuk rasa soroti proyek pokir di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan - Ratusan aktivis yang tergabung dalam koalisi Masyarakat Anti Korupsi Anggaran Rakyat (Makar) menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

Aksi mereka lakukan atas dugaan praktik korupsi, kolusi dan nepostisme (KKN) antara legislatif, eksekutif dan rekanan dalam proyek penunjukan langsung yang berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dalam orasinya, mereka meminta Bupati Pasuruan untuk mencopot perjabat organisasi perangkat daerah (OPD) bila terbukti ikut kongkalikong dan meminta kejaksaan segera mengungkap dugaan kasus KKN yang saat ini masih ditangani penyidik itu.

"Aksi ini untuk mengkritisi dugaan menyimpangan dana pokir dan program lainnya. Kita melihat ada potensi KKN antara legislatif dengan eksekutif dan rekanan, terkait dengan anggaran proyek penunjukan langsung dana Rp 200 juta ke bawah," jelas Jubir Makar, Lujeng Sudarto, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Lujeng menyebut bahwa pokir memang menjadi hak konstitusi bagi anggota DPRD. Namun hal itu menjadi masalah ketika anggota DPRD ikut serta dalam menunjuk rekanan yang melakukan eksekusi. Sebab domain teknis adalah wilayah eksekutif, bukan legislatif.

"Penunjukan rekanan oleh dewan itu diduga kuat juga ada yang namanya komitmen fee. Inilah yang muncul gratifikasi ke anggota dewan," tegasnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Presur kekuatan massa yang dilakukan Makar juga bertujuan agar birokrasi Pemkab Pasuruan bisa berjalan on the track sebagai pelayan publik, tidak melayani kepentingan politik.

"Kalau kita membedah postur anggaran, angaran belanja modal itu kan berasal dari forum OPD, Musrenbang dan dari pokir. Kalau kita bedah lagi postur anggaran belanja modal di eksekutif, 80 persen itu berasal dari pokir. Terus hasil Musrenbang ke mana? Melihat dominasi pokir saja, menunjukkan peran birokrasi lemah," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.