Sabtu, 20 Jun 2026 15:29 WIB

Gelar Active Selling 2021, Upaya Kominfo Petakan dan Pecahkan Permasalahan UMKM

Ditjen Aptika dan Kominfo RI menggelar active selling untuk UMKM di Indonesia.
Ditjen Aptika dan Kominfo RI menggelar active selling untuk UMKM di Indonesia.

jatimnow.com - Guna penguatan UMKM di era digital yang terus berkembang, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia menyelenggarakan Active Selling.

Sebuah program pendampingan dan fasilitasi untuk pelaku usaha di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Fasilitator Program Active Selling di Jawa Timur, Fitri Rahmawati, menjelaskan, pihaknya membagi kelompok sesuai kualifikasi masing-masing UMKM. Pemetaan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan. Pasalnya, masih banyak UMKM Produsen di sektor pengolahan yang membutuhkan pelatihan dan pendampingan Active Selling.

Karena antusiasme UMKM dalam menimba ilmu digital sangat tinggi, peserta yang semula ditargetkan hanya 2.600, membludak hingga 3.900 UMKM.

“Kami bagi menjadi tiga kualifikasi. Yang pemula adalah mereka yang belum mengenal digital marketing sama sekali. Kelompok cakap adalah UMKM yang pernah menggunakan media sosial untuk bisnis," ujar Fitri, Senin (18/10/2021).

"Dan kelompok mahir adalah mereka yang sudah memakai marketplace namun belum optimal. Dengan pengelompokan ini, maka kami bisa memberikan materi yang benar-benar dibutuhkan”, imbuhnya.

Sebagai konsultan dan trainer UKM di Pulosari 17, ia melihat potensi pemasaran digital bagi UMKM sangat besar dan luas. Permasalahan yang muncul pun beragam.

Di kota dengan penduduk yang pintar dan kritis, masalahnya adalah permodalan. Di kota besar, pelatihan terkendala dengan waktu, karena umumnya UMKM lebih sibuk dalam urusan produksi. Ada juga kota yang pengusahanya masih nyaman dengan pemasaran offline.

Sebagai fasilitator, ia sering mengundang relawan UKM yang siap berbagi waktu dan ilmu untuk menambah semarak Program Active Selling.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

“Melihat kondisi psikologis yang berbeda-beda tiap kota, kami harus cermat memilih materi yang dibutuhkan agar proses pelatihan dan pendampingan menjadi lebih efektif dan efisien. Kami juga menyiapkan mentor yang berpengalaman dari kalangan akademisi maupun praktisi untuk menambah ilmu bagi para peserta Program Active Selling," sambungnya.

Pelatihan dan pendampingan dilakukan kepada UMKM dalam sisi pengembangan bisnis, komunikasi, perizinan, pengemasan dan identitas (brand). Konsennya pun bertambah ketika program Active Selling berlangsung, yakni pemasaran dengan moda digital.

Pendampingan akan tetap dilakukan terhadap UMKM yang membutuhkan meski program telah usai. Menurutnya penggunaan aplikasi-aplikasi digital sangat penting untuk membangun bisnis yang besar.

“Aplikasi agregator dan POS perlu digunakan bagi UMKM yang sudah nyaman berjualan secara online karena mampu memudahkan proses pemasaran, monitoring dan administrasi. Mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya,” jelasnya.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo I Nyoman Adhiarna, mengapresiasi para fasilitator yang kreatif dan bersemangat seperti Fitri dan timnya. Ia menyampaikan terima kasihnya kepada punggawa-punggawa di daerah sebagai fasilitator yang telah melengkapi kekurangan-kekurangan program Active Selling dan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan di program berikutnya.

“Fasilitator adalah mata, tangan, dan kaki kami. Terimakasih sudah melengkapi sisi-sisi yang kurang. Terima kasih atas masukan-masukannya, kami tampung sebagai referensi untuk template program-program yang akan kami jalankan kedepannya. Tetap semangat ya kawan-kawan,” kata Nyoman.

Program Active Selling 2021 menyasar UMKM Produsen sektor pengolahan di sepuluh Kawasan Wisata Prioritas. Pelatihan dan pendampingan digelar selama bulan Juli hingga Desember 2021 kepada 26.000 UMKM Produsen sektor pengolahan di setiap daerah, dengan melibatkan sejumlah fasilitator yang telah diseleksi dan diberikan pembekalan.

Kominfo RI mengadakan program pendampingan dan fasilitasi UMKM. (Foto: Istimewa)Kominfo RI mengadakan program pendampingan dan fasilitasi UMKM. (Foto: Istimewa)

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.