Rabu, 17 Jun 2026 06:35 WIB

Kisah Misteri Kampung Pitu di Pacitan, Hanya Boleh Berdiri 7 Bangunan Rumah

Kampung Pitu di Pacitan
Kampung Pitu di Pacitan

jatimnow.com - Kawasan Kampung Pitu yang berada di Dusun Krajan Kidul, Desa Temon menjadi kawasan terpencil di Kabupaten Pacitan.

Lokasinya tidak begitu jauh dari hiruk pikuk kota kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau berjarak 15 kilometer dari pusat kota.

Baca Juga: Pengusaha Kuliner Warga Randegan Sidoarjo Meninggal, karena Melanggar Mitos?

Kepala Dusun Krajan Kidul, Sri Wahyuni menceritakan nama Kampung Pitu karena di lingkungan setempat tidak boleh ada rumah lebih dari 7 rumah.

"Kalau kepala keluarganya lebih dari 7, terdiri dari 30 warga," ujar Sri Wahyuni kepada jatimnow.com, Jumat (8/10/2021).

Ia menyebutkan, jika ada warga yang ingin membangun rumah baru di lingkungan setempat maka bakal ada masalah. Entah itu ada keluarga yang sakit maupun rumah tangga yang kerap bertengkar.

"Katanya sih kutukan. Namu kami cuma bisa berharap segera berakhir kutukan itu," harapnya.

Ia mencontohkan, di Tahun 2021 ada salah satu warga yang ingin membangun rumah baru di Kampung Pitu. Namun yang membangun rumah harus pergi dari lokasi karena pemilik bertengkar dengan keluarganya.

Baca Juga: Cerita Dunia Lain di Sungai Simo Hilir Surabaya, Tempat Remaja Tewas Tenggelam

"Eh keluarganya bertengkar. Akhirnya memilih untuk tidak membangun rumah daripada ada hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.

Diakuinya, Kampung Pitu belum bisa berkembang karena tidak ada bangunan baru. Pasalnya kepercayaan yang masih dipegang teguh di kampung tersebut.

Perihal penduduk, Sri menjelaskan dalam satu lingkungan 30 warga itu merupakan satu kerabat keluarga.

"Jadi kalaupun pendatang pun, istri atau suaminya pasti asli orang situ. Warganya tambah rumahnya tetap 7 saja," lanjut dia.

Baca Juga: Cerita Horor Awak Bus Malam Surabaya-Tulungagung

Karena terpencil dan adanya mitos itu, maka jalur ke Kampung Pitu tidak bisa dilalui dengan mudah dan hanya bisa dilewati roda dua saja. Saat ini, untuk melepas mitos tersebut ada pembangunan jalur kendaraan.

"Roda empat bisa. Roda dua juga bisa. Tapi memang tidak sebagus di kota jalannya," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.