Selasa, 21 Jul 2026 19:33 WIB

Pengusaha Kuliner Warga Randegan Sidoarjo Meninggal, karena Melanggar Mitos?

ilustrasi. Gerbang Desa Randegan.
ilustrasi. Gerbang Desa Randegan.

jatimnow.com - Tak banyak yang tahu, jika Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo memiliki mitos pantangan berjualan nasi di desanya. Warga asli Desa Randegan juga dilarang berjualan nasi meski di luar daerah.

Pantangan atau dalam istilah Jawa siri'an itu melekat pada semua warga yang berasal dari Desa Randegan. Pantangan itu tetap dipegang meski warga itu sudah pindah ke desa yang lain.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

Tak heran, kabar salah satu pengusaha di bidang ayam dan nasi asal Randegan meninggal mendadak tanpa sakit langsung bikin gempar warga. Mitos pantangan berjualan nasi pun menjadi buah bibir warga.

"Di Randegan lagi heboh. Bos jualan ayam dan nasi meninggal dikaitkan dengan pantangan jualan nasi," ungkap salah satu warga, yang tak mau disebut identitasnya.

Ia melanjutkan, almarhum pengusaha tersebut berdomisili di Randegan. Ia memiliki cabang usaha di bidang makanan yang tersebar di beberapa daerah di luar Randegan.

"Ya meski nggak buka di Randegan tapi almarhum ini kan tinggal di sini," tuturnya.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Menurut mitos kepercayaan, jika ada warga yang berjualan nasi dan olahan beras lainnya seperti lontong, juga ketupat, akan terkena musibah hingga meninggal dunia.

Bahkan, jika ada pendatang yang hendak membuat usaha nasi, warga setempat dan beberapa pamong desa memberikan imbauan kepada orang tersebut.

Sementara itu, warga Desa Randegan RT 1 RW 1 yang merupakan pemilik warung Lontong Lodeh Mbak Anik mengaku tahu cerita larangan menjual nasi dari neneknya.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

Tidak hanya itu, warga setempat juga dilarang menjual rujak ulek.

"Menurut ceritanya apabila ada yang berjualan nasi kehidupannya akan sial terus, bahkan rumah tangganya tidak harmonis. Karena ada pantangan itu saya tidak berani melanggar. Kami berjualan ingin mendapatkan keselamatan dan rezeki yang barokah," pungkasnya.

Anik percaya pantangan itu tidak boleh dilanggar. Dia tetap patuh dengan kepercayaan itu agar mendapat rezeki yang barokah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.