Sabtu, 06 Jun 2026 08:04 WIB

Pengusaha Kuliner Warga Randegan Sidoarjo Meninggal, karena Melanggar Mitos?

ilustrasi. Gerbang Desa Randegan.
ilustrasi. Gerbang Desa Randegan.

jatimnow.com - Tak banyak yang tahu, jika Desa Randegan, Tanggulangin, Sidoarjo memiliki mitos pantangan berjualan nasi di desanya. Warga asli Desa Randegan juga dilarang berjualan nasi meski di luar daerah.

Pantangan atau dalam istilah Jawa siri'an itu melekat pada semua warga yang berasal dari Desa Randegan. Pantangan itu tetap dipegang meski warga itu sudah pindah ke desa yang lain.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Tak heran, kabar salah satu pengusaha di bidang ayam dan nasi asal Randegan meninggal mendadak tanpa sakit langsung bikin gempar warga. Mitos pantangan berjualan nasi pun menjadi buah bibir warga.

"Di Randegan lagi heboh. Bos jualan ayam dan nasi meninggal dikaitkan dengan pantangan jualan nasi," ungkap salah satu warga, yang tak mau disebut identitasnya.

Ia melanjutkan, almarhum pengusaha tersebut berdomisili di Randegan. Ia memiliki cabang usaha di bidang makanan yang tersebar di beberapa daerah di luar Randegan.

"Ya meski nggak buka di Randegan tapi almarhum ini kan tinggal di sini," tuturnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Menurut mitos kepercayaan, jika ada warga yang berjualan nasi dan olahan beras lainnya seperti lontong, juga ketupat, akan terkena musibah hingga meninggal dunia.

Bahkan, jika ada pendatang yang hendak membuat usaha nasi, warga setempat dan beberapa pamong desa memberikan imbauan kepada orang tersebut.

Sementara itu, warga Desa Randegan RT 1 RW 1 yang merupakan pemilik warung Lontong Lodeh Mbak Anik mengaku tahu cerita larangan menjual nasi dari neneknya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Tidak hanya itu, warga setempat juga dilarang menjual rujak ulek.

"Menurut ceritanya apabila ada yang berjualan nasi kehidupannya akan sial terus, bahkan rumah tangganya tidak harmonis. Karena ada pantangan itu saya tidak berani melanggar. Kami berjualan ingin mendapatkan keselamatan dan rezeki yang barokah," pungkasnya.

Anik percaya pantangan itu tidak boleh dilanggar. Dia tetap patuh dengan kepercayaan itu agar mendapat rezeki yang barokah.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.