Jumat, 19 Jun 2026 22:22 WIB

Gadis 14 Tahun di Kediri itu Dibunuh Pacar Gunakan Jamu Campur Potas

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Selasa, 28 Sep 2021 18:49 WIB
Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono (tengah) dan Kasat Reskrim AKP Rizkika Atmadha (kanan) menunjukkan barang bukti pembunuhan gadis 14 tahun
Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono (tengah) dan Kasat Reskrim AKP Rizkika Atmadha (kanan) menunjukkan barang bukti pembunuhan gadis 14 tahun

jatimnow.com - Satreskrim Polres Kediri menetapkan W (15) sebagai tersangka pembunuhan terhadap QAY (14), pacar pelaku. Sebelum membunuh korban, pelaku menyiapkan semua sarana kejahatannya.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, pelaku yang masih duduk di bangku SMP ini tega menghabisi nyawa kekasihnya lantaran panik saat mengetahui pujaan hatinya itu hamil. Pelaku mendapat kabar kehamilan QAY melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Bayi Dibuang di Pinggir Sawah Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Ibu Kandung

Mendapat kabar itu, pelaku merasa takut. Pelaku sempat ingin menggugurkan janin dalam kandungan pacarnya.

Namun pikiran pelaku berubah. Dia kemudian berinisiatif untuk menggugurkan kandungan dengan cara memberikan jamu yang telah dicampur dengan racun ikan (potas) yang telah dibeli sebelumnya.

Baca juga: 

"Tersangka sudah berencana melakukan kejahatan terhadap korban setelah mendapat kabar melalui handphone bahwa pacarnya hamil. Tersangka memberikan jamu dicampur racun ikan dengan alasan agar perutnya tidak terlihat besar," jelas Lukman, Selasa (28/9/2021).

"Racun itu sebelumnya telah dibeli tersangka di toko pertanian dengan niat awal untuk keperluan mencari ikan. Namun mendapat kabar pacarnya hamil, tersangka menggunakan racun ikan tersebut untuk membunuh korban," tambah dia.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Pelaku dan korban kemudian bertemu di lapangan voli dekat Madrasah Ibtidaiyah (MI) wilayah Gurah, Kediri. Pelaku lalu menyuruh korban minum jamu yang telah dibawanya.

Kepada korban, pelaku juga mengatakan bahwa jamu itu berkhasiat agar perut pelaku tidak terlihat besar. Tanpa curiga, korban langsung meminumnya.

Pelaku lantas berpamitan untuk buang air kecil ke kamar mandi sekolah. Rupanya itu hanya alibi. Pelaku memantau reaksi jamu campur potas yang diminum korban itu. Dari jauh pelaku melihat korban kesakitan lalu tergeletak.

"Usai memberikan jamu dicampur potas, tersangka sempat melihat korban kesakitan dan tergeletak di lapangan. Karena ketakutan tersangka melarikan diri," jelas Lukman.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Sementara Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha mengatakan, dengan status pacaran, pelaku dan korban sudah dua kali berhubungan intim. Namun untuk memastikan kondisi kehamilan korban, Rizkika mengaku masih menunggu hasil dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.

"Keterangan hamil didapatkan dari percakapan antara korban dan tersangka melalui telepon genggam korban di TKP. Berdasarkan bukti yang ditemukan, tersangka telah merencanakan kejahatan itu, tandas Rizkika.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.