Selasa, 16 Jun 2026 13:54 WIB

Wisuda ke-123, Untag Surabaya Kukuhkan 1316 Wisudawan Secara Hybrid

Wisuda yang dogelar Untag Surabaya
Wisuda yang dogelar Untag Surabaya

jatimnow.com - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar wisuda ke-123 periode II Semester Genap 2020/2021 secara hybrid (daring dan luring), di gedung Graha Wiyata, Sabtu (25/9/2021).

1.316 wisudawan yang terdiri dari Diploma 3, Strata-1, Strata-2 dan strata-3 itu dikukuhkan oleh Rektor Untag Surabaya Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Dari pantauan di lokasi, terdapat hal unik dalam kegiatan tersebut. Dari 9 perwakilan wisudawan mengikuti proses kirab, mereka berjalan menapaki karpet merah di dalam gedung dengan diiringi Gending Jawa.

Tema yang diambil dari kegiatan tersebut yakni “Rambate Rata Hayu, Holopis Kuntul Baris". Slogan tersebut sering disuarakan Presiden Pertama Republik Indonesia oleh Ir. Soekarno, sebagai seruan semangat dan tekad gotong royong.

Rektor Untag Surabaya mengajak wisudawan untuk tetap melestarikan budaya gotong royong yang merupakan warisan budaya adiluhung dan salah satu sarana pemersatu bangsa.

"Jangan biarkan semangat gotong royong luntur, tergerus dengan perkembangan jaman. Tumbuhkan semangat gotong royong dalam gaya modern, yaitu kesadaran dan tanggung jawab terhadap kepentingan bersama," tutur Prof. Nugroho dalam sambutannya.

"Sikap gotong royong menjadi sikap yang dibutuhkan baik menghadapi pandemi maupun menaklukkan tantangan bangsa di masa yang akan datang," imbuhnya.

Guru besar bidang Ilmu Akuntansi itu menyebut Society 5.0 yang erat kaitannya dengan Internet of Things (IoT) sehingga pihaknya meminta agar para pemuda untuk bergotong royong atau bersinergi dan berkolaborasi.

Termasuk adanya kolaborasi antar disiplin ilmu dan lintas industri akan menghasilkan karya yang unik dan inovatif.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

“Saatnya menorehkan kontribusi nyata dalam masyarakat. Tetap belajar dan berkarya karena sejatinya keduanya merupakan proses yang tidak pernah berhenti sampai kapanpun," pesan Prof. Nugroho.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Drs. H. Bambang Dwi Hartono berpesan agar para alumni Untag Surabaya bisa menjadi pelopor yang akan selalu di depan dalam setiap prakarsa dan inisiatif.

"Tidak hanya menjadi alumni yang berkualitas dan percaya diri, tapi semoga menjadi pribadi yang arif dan bijaksana serta tidak berhenti belajar menjadi masyarakat ilmiah yang selalu menyempurnakan diri dalam mencari kebenaran, serta menjadi pribadi yang penuh rasa syukur," harapnya.

Diketahui kegiatan yang digelar di Gedung Graha Wiyata Untag Surabaya berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Meski digelar di dalam gedung dengan kapasitas ratusan orang namun yang menghadiri kegiatan tersebut secara luring hanya 9 perwakilan wisudawan terbaik, puluhan jajaran rektor dan senat.

Baca Juga: Ketika Riset Menjadi Administrasi, Negara Kehilangan Senjata

Sementara ribuan wisudawan lainnya mengikuti prosesi tersebut secara virtual, dan prosesi simbolis pemindahan tali mortar wisudawan dilakukan oleh orang tua atau wali wisudawan dari rumah masing-masing.

Prosesi wisuda kali ini, tercatat wisudawan dengan IPK Terbaik, Luksmita Edrikarina dari program studi Diploma3 Agroindustri dengan IPK 3.91 jenjang Diploma. Nurul Ika Mardyani dari Prodi Administrasi Negara dan Hendry dari Prodi Teknik Sipil sebagai peraih IPK tertinggi 3.95 Program Sarjana.

Sementara untuk Mahasiswa Program Pascasarjana, IPK terbaik 3.97 diraih oleh Adrian Denar Wahyu Nugraha dari program studi Magister Manajemen serta peraih IPK Terbaik 3,96 diraih oleh Sarbini, Doktor Ilmu Hukum. (ADV)

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.