Kamis, 18 Jun 2026 03:21 WIB

Banyak Milenial Geluti Smart Farming, Gerindra Jatim Minta Beri Fasilitas

Wakil Ketua Gerindra Jatim, Hidayat
Wakil Ketua Gerindra Jatim, Hidayat

jatimnow.com - Partai Gerindra Jawa Timur meminta pemerintah memberikan fasilitas kepada kaum milenial untuk mengembangkan konsep smart farming.

Konsep smart farming ini mulai dilirik kalangan milenial di Jatim. Konsep bertani dengan inovasi teknologi tersebut terbukti menghasilkan panen yang lebih besar dengan kurun waktu yang singkat.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Ditambah dengan kualitas produk yang lebih bagus, konsep pertanian ini mulai dilirik oleh kalangan milenial di Jawa Timur.

"Ini potensi yang cukup bagus karena anak muda banyak yang minat ke dunia pertanian. Tapi yang penting adalah bagaimana potensi ini ditangkap oleh pemerintah dan pemerintah kita harapkan memfasilitasi tumbuh dan kembangnya petani milenial ini," ungkap Wakil Ketua Gerindra Jatim, Hidayat, Rabu (22/9/2021).

Hidayat yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Jatim itu menyebut, di Jatim kurang lebih ada sekitar 3 juta pemuda yang sedang konsen menjalankan smart farming. Menurut dia, hal itu merupakan sinyal positif untuk ketahanan pangan Jatim, terlebih secara nasional.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Petani milenial ini kan ujung tombak pertumbuhan pertanian, di tengah jumlah petani yang semakin menurun. Sehingga tercipta kembali ketahanan pangan di Indonesia, khususnya Jawa Timur," papar dia.

Hidayat juga berkomitmen akan berdiri bersama petani untuk mengentas masalah-masalah klasik yang dialami petani, mulai tanam hingga penjualan hasil panen.

"Gerindra akan masuk di situ mengatasi masalah petani, sehingga bisa lebih enjoy," tambahnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Hidayat berniat akan berkolaborasi dengan industri-industri untuk mengontrol stabilitas harga di pasaran. Kolaborasi itu nantinya diharapkan mampu mendongkrak produk pertanian Jatim, diakui oleh nasional hingga go internasional.

"Kemudian yang kedua problem panen kan biasanya harganya bermasalah. Nah, nanti kita akan bantu membuat jaringan, memperkuat jaringan pemasaran, membantu membuatkan lapak-lapak yang bisa diakses oleh banyak pihak, sehingga petani bisa menjual dengan harga yang baik," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.