Minggu, 21 Jun 2026 06:34 WIB

Tukang Sayur Jadi Polisi Gadungan: Tuduh Korban Selingkuh Lalu Memeras

Ilustrasi tersangka dikawal polisi bersenjata lengkap (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi tersangka dikawal polisi bersenjata lengkap (Foto: Dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang tukang sayur bernama Nurholis (30), warga Kecamatan Gekbrongyang ditangkap polisi Cianjur, Jawa Barat. Pria itu ditangkap lantaran aksinya menjadi polisi gadungan meresahkan.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan mengatakan, penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari korban yang kerap diperas pelaku. Penangkapan Nurholis yang mengaku sebagai perwira di Mapolres Cianjur berawal dari laporan korban Ilham yang diperas puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

"Pelaku menggunakan nama Ricky yang kebetulan di satreskrim ada nama tersebut. Namun pangkatnya Aipda bukan Ipda. Dia mengaku sebagai anggota di Polres Cianjur sehingga korban percaya," ujar Doni, Selasa (21/9/2021).

Setelah beberapa kali menjadi korban pemerasan, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Cianjur. Petugas langsung disebar dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong.

Dari dalam rumah pelaku, petugas berhasil mengamankan satu setel kemeja putih berikut dasi yang biasa digunakan anggota satreskrim dan seragam polisi lengkap dengan pangkat Ipda.

Selanjutnya pelaku digiring ke Mapolres Cianjur. Di hadapan petugas, pelaku mengakui perbuatanya didorong pelaku lain atas nama Rudi.

"Rudi mengajak Nurkholis memeras Ilham yang dituduh berselingkuh dengan istrinya sehingga pelaku dimodali pakaian polisi," ujarnya.

Saat ini, Rudi sudah ditangkap dan masih menjalani pemeriksaan guna mempertangungjawabkan perbuatannya. Keduanya akan dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kurungan di atas 4 tahun penjara.

Baca Juga: Modus Tilang Tak Pakai Helm, Polisi Gadungan di Malang Bawa Kabur HP Pelajar

Berdasarkan keterangan Nurholis, dia mendapat seragam dan pakaian ala polisi dari Rudi yang membelinya di wilayah Sukabumi. Dia disuruh Rudi, untuk mengaku sebagai anggota Polres Cianjur untuk memeras korban.

"Saya sempat menerima uang dari korban Rp 30 juta, di mana uang tersebut, dibagi dengan Rudi. Korban saya takuti akan dijerat hukum karena perselingkuhannya dengan istri Rudi," ungkap Nurholis.

 

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Pria Ngaku Polisi di Malang Rampas Mobil saat COD, Korban Ditodong Pistol Mainan

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.