Rabu, 17 Jun 2026 19:55 WIB

Buntut Penganiayaan Kece, Propam Periksa Petugas Rutan Bareskrim

Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Republika/Thoudy Badai
Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Republika/Thoudy Badai

jatimnow.com - Divisi Propam Polri turut memeriksa petugas, maupun penjaga rumah tahanan (rutan) Bareskrim Mabes Polri dalam penyidikan dugaan penganiyaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece.

Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo menduga, adanya kelalaian yang dilakukan petugas jaga tahanan yang membuat M Kece mendapatkan aksi kekerasan dari Napoleon.

Baca Juga: Bareskrim Polri Gerebek Diduga Gudang Penimbunan BBM Subsidi di Jember

“Terkait peristiwa penganiyaan terhadap M Kece, proses penyidikan telah dilakukan oleh Ditipidum (Direktorat Pidana Umum Bareskrim). Dan Propam Polri juga telah memeriksa petugas jaga tahanan yang diduga tidak melaksanakan tugas dengan baik, sehingga terjadi penganiyaan di dalam sel tahanan,” kata Ferdy saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021).

Kata dia, semua rangkaian proses penyidikan pidana, maupun etik, masih terus berjalan. Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian menerangkan, timnya sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

“Saksi-saksi yang diperiksa, termasuk korban (Kece),” kata dia, Senin (20/9/2021).

Andi menambahkan, hari ini, pemeriksaan saksi tetap dilakukan.

“Hari ini, ada tujuh (saksi yang diperiksa). Termasuk NB (Napoleon),” kata Andi.

Kece adalah tersangka kasus dugaan penistaan agama Islam. Sedangkan Napoleon, adalah terpidana kasus korupsi suap penghapusan red notice Djoko Tjandra. Keduanya, bertemu di Rutan Bareskrim Polri sebagai sesama tahanan.

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, 330 Pelaku Diamankan dalam 13 Hari

Brigjen Andi Rian, dalam penjelasannya mengatakan, Napoleon melakukan pemukulan dan aksi sepihak lainnya.

“Dalam pemeriksaan terungkap, selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban (Kece), dengan kotoran manusia yang sudah disiapkan,” ujar Andi. Aksi Napoleon terhadap Kece itu diduga sudah direncanakan.

“Salah satu saksi diperintahkan oleh NB untuk mengambil bungkusan kotoran manusia yang sudah disiapkan di kamar NB. Kemudian, NB sendiri yang melumuri kotoran manusia itu ke korban (Kece),” ujar Andi.

Atas dugaan penganiayaan tersebut, Napoleon dalam surat terbuka kepada Republika.co.id, Ahad (19/9/2021), mengakuinya, dan siap untuk bertanggungjawab.

Baca Juga: Bereskrim Polri Ungkap Tambang Batubara Ilegal di IKN, Kerugian Negara Rp5,7 T

“Saya akan mempertanggung-jawabkan semua tindakan saya terhadap M Kace (Kece). Apapaun risikonya,” kata Napoleon, dalam surat terbuka yang disampaikan pengacaranya, Haposan Batubara.

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.