Rabu, 17 Jun 2026 05:48 WIB

Konsumsi Beras Isi Ulang, Pola Hidup Sehat Baru dan Kurangi Limbah Plastik

Konsumsi beras isi ulang, pola hidup sehat baru dan kurangi limbah plastik
Konsumsi beras isi ulang, pola hidup sehat baru dan kurangi limbah plastik

jatimnow.com - Pendiri dan Pengamat Pola Konsumsi Beras di Perkotaan, Hason Sitorus menyebut beras cokelat atau brown rice disebut lebih sehat daripada beras putih. Sebab beras cokelat masih memiliki dedak yang tergolong sumber serat serta benih yang utuh.

Menurutnya, beras cokelat yang selama ini dianggap sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat itu juga memiliki kandungan mineral dan zat gizi yang penting bagi tubuh.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Percepat Penyaluran Bantuan Pangan dan Distribusi Beras SPHP

"Beras-beras warna putih yang dikemas terlihat kinclong sebenarnya lapisan kulit arinya sudah hilang. Jadi, vitamin dan mineral terbuang bersama lapisan yang lain," ujar Hason, Kamis (16/9/2021).

Owner Rumah Pangan Kita itu menjelaskan bahwa memasak beras cokelat butuh kesabaran karena harus direndam semalaman. Untuk pemberian air 3 banding 1 dari beras.

"Beri sedikit garam agar rasanya tidak hambar. Setelah itu baru dimasak dan buktikan ketika terbiasa mengonsumsinya kita tidak akan gemuk. Kandungan karbohidratnya rendah," jelas dia.

Pensiunan PNS Pemkot Surabaya menambahkan selama ini beras berwarna putih yang dikonsumsi masyarakat hanya mengandung gula atau zat pemanis.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Itulah sebabnya masyarakat terjangkit penyakit diabetes karena sudah terbiasa mengonsumsi beras putih, rasanya lezat yang sementara. Kalau mengonsumsi beras cokelat ini bisa mencegahnya," ungkap dia.

Perbandingan lain yaitu terkait harganya, jika dibandingkan beras merah, harga beras cokelat lebih terjangkau dengan nilai gizi yang tetap sama. Selain itu dengan membeli brown rice juga membantu mengurangi limbah plastik.

Pasalnya, jika beli brown rice di Rumah Pangan Kita yang berada di Jalan Karang Menjangan no 22 Surabaya, menggunakan sistem isi ulang.

Baca Juga: Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus

"Kami menyediakan beras cokelat dengan isi ulang wadah jeriken. Di samping bisa mengurangi limbah plastik, juga menghemat pengeluaran," kata dia.

Hason lalu menunjukkan demo bagaimana pabrik-pabrik beras membersihkan beras cokelat yang menurut dia kandungan gizi dan mineral di dalamnya terbuang.

"Alat ini sengaja saya beli agar orang tahu bagaimana proses padi pecah kulit sampai berwarna putih. Yang tertinggal di beras putih, cantik, kemasan bagus, harganya mahal adalah rasa manisnya saja," pungkas Hason.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.