Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus
- Penulis : Ni'am Kurniawan
- | Sabtu, 23 Mei 2026 10:30 WIB
jatimnow.com – Di tengah terus berkembangnya berbagai ancaman kesehatan global, hantavirus kini menjadi salah satu patogen yang patut diwaspadai masyarakat. Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus liar ini, diketahui dapat memicu komplikasi fatal pada ginjal dan sistem pernapasan manusia.
Pakar mikrobiologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan bahwa hantavirus merupakan virus RNA. Penularan utamanya tidak melalui gigitan, melainkan lewat udara yang telah terkontaminasi oleh partikel urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Baca Juga: Pemanasan Global Dorong Migrasi Tikus Pembawa Hantavirus ke Pemukiman
“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus,” kata Dr. Agung.
Lebih lanjut, Agung membeberkan infeksi hantavirus tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki dua manifestasi klinis utama yang sangat mematikan bagi manusia.
Pertama, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Sindrom ini menyebabkan pasien mengalami demam berdarah yang disertai dengan gangguan atau penurunan fungsi ginjal secara drastis.
Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau infeksi virus yang langsung menyerang sistem pernapasan atau paru-paru. Sindrom ini diketahui memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang sangat tinggi.
Mengingat belum adanya pengobatan spesifik untuk hantavirus, langkah pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi kunci utama. Agung merekomendasikan empat langkah taktis untuk memutus mata rantai penularan di lingkungan rumah maupun fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Kasus Hantavirus di Kabupaten Kediri Nihil, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan
Di antaranya melakukan pengecekan rutin dan memastikan tidak ada lubang atau celah yang memungkinkan tikus masuk ke dalam hunian atau area fasilitas kesehatan.
Kemudian, bersihkan lingkungan yang berisiko atau dicurigai menjadi sarang tikus menggunakan cairan klorin 0,1% atau disinfektan standar rumah sakit.
Bagi tenaga kesehatan, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar sangat mutlak diperlukan saat menangani pasien suspek hantavirus.
Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah
Selain itu, masyarakat harus paham untuk menghindari kontak atau menghirup debu di area yang terlihat banyak kotoran tikus. Disarankan menggunakan masker saat membersihkan gudang atau area tertutup.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.
"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi, terutama jika sebelumnya memiliki riwayat kontak atau beraktivitas di area yang banyak populasi tikusnya," pungkas Agung.
Editor : Dadang KurniaURL : https://jatimnow.id/baca-84756-ancam-ginjal-hingga-paruparu-pakar-ungkap-cara-cegah-hantavirus