Sabtu, 06 Jun 2026 06:59 WIB

Ancam Ginjal hingga Paru-Paru, Pakar Ungkap Cara Cegah Hantavirus

Virus (ilustrasi). (Foto: Magnific)
Virus (ilustrasi). (Foto: Magnific)

jatimnow.com – Di tengah terus berkembangnya berbagai ancaman kesehatan global, hantavirus kini menjadi salah satu patogen yang patut diwaspadai masyarakat. Virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus liar ini, diketahui dapat memicu komplikasi fatal pada ginjal dan sistem pernapasan manusia.

Pakar mikrobiologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan bahwa hantavirus merupakan virus RNA. Penularan utamanya tidak melalui gigitan, melainkan lewat udara yang telah terkontaminasi oleh partikel urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Baca Juga: Pemanasan Global Dorong Migrasi Tikus Pembawa Hantavirus ke Pemukiman

“Meskipun penularan antarmanusia sangat jarang terjadi, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dari sarang tikus,” kata Dr. Agung.

Lebih lanjut, Agung membeberkan infeksi hantavirus tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki dua manifestasi klinis utama yang sangat mematikan bagi manusia.

Pertama, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Sindrom ini menyebabkan pasien mengalami demam berdarah yang disertai dengan gangguan atau penurunan fungsi ginjal secara drastis.

Kedua, Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau infeksi virus yang langsung menyerang sistem pernapasan atau paru-paru. Sindrom ini diketahui memiliki tingkat kematian (mortalitas) yang sangat tinggi.

Mengingat belum adanya pengobatan spesifik untuk hantavirus, langkah pencegahan dan pengendalian infeksi menjadi kunci utama. Agung merekomendasikan empat langkah taktis untuk memutus mata rantai penularan di lingkungan rumah maupun fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Kasus Hantavirus di Kabupaten Kediri Nihil, Dinkes Minta Warga Jaga Kebersihan

Di antaranya melakukan pengecekan rutin dan memastikan tidak ada lubang atau celah yang memungkinkan tikus masuk ke dalam hunian atau area fasilitas kesehatan.

Kemudian, bersihkan lingkungan yang berisiko atau dicurigai menjadi sarang tikus menggunakan cairan klorin 0,1% atau disinfektan standar rumah sakit.

Bagi tenaga kesehatan, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar sangat mutlak diperlukan saat menangani pasien suspek hantavirus.

Baca Juga: PMI Surabaya Latih Relawan Antisipasi Hantavirus dan Wabah

Selain itu, masyarakat harus paham untuk menghindari kontak atau menghirup debu di area yang terlihat banyak kotoran tikus. Disarankan menggunakan masker saat membersihkan gudang atau area tertutup.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap mengedepankan pola hidup bersih dan sehat.

"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam tinggi, terutama jika sebelumnya memiliki riwayat kontak atau beraktivitas di area yang banyak populasi tikusnya," pungkas Agung.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.