Jumat, 19 Jun 2026 09:15 WIB

Fasilitas Barcode PeduliLindungi Jadi Syarat Wajib Dibukanya Destinasi Wisata

Menparekraf Sandiaga Uno, saat berada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis, (16/9/2021)
Menparekraf Sandiaga Uno, saat berada di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis, (16/9/2021)

jatimnow.com - Rencana pembukaan wisata di tengah menurunnya kasus Covid-19 disambut baik pelaku pariwisata. Namun ada syarat yang harus dipenuhi sebelum tempat wisata kembali dibuka, salah satunya dengan menyiapkan fasilitas barcode PeduliLindungi.

"Kita mendorong PeduliLindungi ini menjadi salah satu standar yang diutamakan dalam pembukaan destinasi wisata dan sentra kreatif," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, saat ditemui di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis, (16/9/2021).

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Sandiaga menyebut, saat ini Kemenparekraf sedang melakukan evaluasi tentang perluasan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan aktivitas di tempat umum. Mulai pemerintahan, perbelanjaan hingga tempat hiburan.

"Ini sekarang kita evaluasi pedulilindungi ini akan terus kita perluas, kita sosialisasikan untuk anak-anak di bawah 12 tahun akan ada pengecualian-pengecualian, tergantung diskresi penyelenggara masing-masing dan Satgas Covid setempat," lanjutnya.

Sandiaga menambahkan, aplikasi PeduliLindungi ini juga bisa melihat tingkat akurasi paparan Covid-19 dari jarak yang tersedia dalam aplikasi.

Baca Juga: Aniwayang Tembus Panggung Dunia, Sulap Wayang Jadi Hiburan Modern di Museum Nasional

Dalam waktu dekat, Kemenparekraf juga akan berencana melakukan uji coba pembukaan wisata dibeberapa daerah. Dengan tetap memperhatikan rekomendasi dari Satgas Covid-19 setempat.

"Sebagian sudah di aplikasi PeduliLindungi sudah diinstalasi, diimplementasi dan kita semakin yakin bahwa dengan aplikasi tempat-tempat wisata yang 20 minggu lalu ini terbuka kesempatan bagi tempat wisata dan sentra dan industri kreatif untuk uji coba," jelas Sandiaga.

Tentang uji pembukaan wisata di Surabaya, Sandiaga mengaku pihaknya belum menerima pengajuan dari Satgas Covid-19 provinsi.

Baca Juga: Sarangan-Jatim Park Hujan, Cuaca KBS dan Taman Safari Cerah Hari Ini

"Akan dilakukan koordinasi dengan kepala dinas provinsi, provinsi yang akan mengajukan kepada kami dan kami akan melakukan evaluasi. Seandainya akan diajukan, akan kami pertimbangkan," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.