Kamis, 18 Jun 2026 08:15 WIB

Jalani PKKMB, Mahasiswa Baru Untag Surabaya Kenakan Pakaian Adat Nasional

Mahasiswa baru Untag Surabaya mengenakan pakaian nasional saat mengikuti PKKMB secara luring.
Mahasiswa baru Untag Surabaya mengenakan pakaian nasional saat mengikuti PKKMB secara luring.

jatimnow.com - Sebanyak 2.999 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2021/2022 secara hybrit (daring dan luring), di Gedung Graha Widya, Senin (30/8/2021) hingga Kamis (2/9/2021) mendatang.

Selain dilakukan secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebelum melakukan prosesi pembukaan PKKMB, seluruh hadirin diwajibkan untuk melakukan swab antigen.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Ada hal baru dalam kegiatan tersebut yakni tujuh perwakilan mahasiswa baru, hadir secara luring dalam balutan busana nasional. Ini sekaligus menunjukkan Untag Surabaya adalah miniatur Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Mereka yang hadir, juga menandatangani Pakta Integritas yang berisi komitmen anti narkoba, anti plagiasi dan anti radikalisme bersama dengan jajaran Rektorat.

Dalam momen itu, mahasiswa baru disambut oleh Rektor Untag Surabaya-Prof. Dr. Mulyanto Nugroho. Melalui sambutannya, Prof Nugroho mengenalkan ciri khas Untag Surabaya yang tercermin dalam lima Basis Nilai Karakter: kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman dan kreativitas.

Ia berharap, dengan adanya PKKMB ini para mahasiswa baru dapat mengenal dengan bangga kampus merah putih yang menjunjung tinggi rasa nasionalisme.

“Tunjukkan prestasi untuk Untag Surabaya sehingga maju bersama. Mari bersinergi, gotong royong agar universitas kita harus unggul,” ujar Prof Mulyanto Nugroho.

Tema PKKMB kali ini ‘Untag Surabaya Tangguh Hadapi Pandemi, Selalu Meraih Prestasi’. Pada rangkaian acara, Untag Surabaya juga memberikan penghargaan kepada sembilan mahasiswa beprestasi.

Baca Juga: Pelaksanaan UM-PTKIN UIN KHAS Jember Diikuti Ribuan Calon Mahasiswa Baru

"Harapannya untuk menjadikan contoh atau motivasi untuk mahasiswa baru yang telah mengikuti prosesi PKKMB secara virtual maupun secara langsung," urainya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pelaksana PKKMB Dra. Ec. Ida Ayu Sri Brahmayanti, MM. Dia mengaku sangat setuju bahwa pandemi banyak berdampak pada kehidupan. Wakil dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini bersyukur atas capaian Kampus Merah Putih ini.

“Selama pandemi Untag Surabaya berkibar meraih prestasi terutama, salah satunya telah lahir Guru Besar di bidang Akuntansi. Selain itu sinergi sivitas akademika dalam meraih prestasi itu sangatlah penting," imbuh Ida Ayu.

Koordinator Acara PKKMB Untag Surabaya 2021 Karolin Rista menambahkan, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai materi yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan Kampus Merah Putih, seperti Wawasan Kebangsaan, Pendidikan Anti Penyalahgunaan Napza hingga Nilai Dasar Untag Surabaya.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

Mahasiswa baru juga diberi materi mental health dan literasi digital yang baru diusung pada PKKMB tahun ini.

“Anak muda harus tahu bagaimana bersikap pada dunia digital dan bersikap untuk memiliki kesehatan mental yang baik. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain,” jelas

Seluruh mahasiswa baru, lanjutnya, meski mengikuti kegiatan secara daring, mereka tetap diajak berkeliling Untag Surabaya melalui materi Jelajah Kampus secara virtual, sehingga tetap bisa mengenal bangunan kampus dan menjadi lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan.

“Karena situasi pandemi jadi banyak mahasiswa yang belum bisa langsung mengunjungi kampus. Kami sadar penuh situasi PKKMB itu sangat menyenangkan untuk maba. Kami ingin semangatnya dan gairahnya untuk menikmati situasi kampus baik lingkungan sosial dan fisik bisa dirasakan oleh maba," tandas Karolin.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.