Sabtu, 13 Jun 2026 10:36 WIB

Bom Meledak di Kabul Afghanistan, 60 Warga dan 13 Tentara AS Tewas

Orang-orang yang terluka berbaring di tempat tidur di sebuah rumah sakit setelah serangan mematikan di luar bandara di Kabul, Afghanistan (Foto: AP/Mohammad Asif Khan via Republika)
Orang-orang yang terluka berbaring di tempat tidur di sebuah rumah sakit setelah serangan mematikan di luar bandara di Kabul, Afghanistan (Foto: AP/Mohammad Asif Khan via Republika)

jatimnow.com - Ledakan bom di bandara Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8) telah menewaskan setidaknya 60 warga sipil, dan 13 tentara AS.

Sejumlah korban yang berhasil selamat menceritakan bagaimana insiden itu tersebut terjadi.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

"Saya melihat seperti hari kiamat," kata korban ledakan di dekat bandara Kabul, Kamis (26/8).

Mantan karyawan kelompok pengembangan internasional dengan visa imigran khusus AS itu bersama ribuan orang di sekitar bandara berharap cemas untuk masuk gerbang bandara dan naik salah satu penebangan.

Pria tersebut telah berada dalam antrean di dekat Gerbang Biara bandara selama sekitar 10 jam. Sekitar pukul 17.00 waktu setempat sebuah ledakan kuat meledak.

"Seolah-olah seseorang menarik tanah dari bawah kaki saya, untuk sesaat saya pikir gendang telinga saya pecah dan saya kehilangan indera pendengaran," kata pria itu.

"Saya melihat tubuh dan bagian tubuh lain terbang di udara seperti tornado membawa kantong plastik ke udara. Saya melihat tubuh, bagian tubuh, pria tua dan terluka, wanita dan anak-anak berserakan di lokasi ledakan," ungkap kesaksiannya.

"Tidak mungkin melihat kiamat dalam kehidupan ini, tetapi hari ini saya melihat kiamat, saya menyaksikannya dengan mata kepala sendiri."

Sebuah video menunjukkan jasad berada di selokan di dekat pagar bandara. Beberapa diamankan, dan diletakan di tanah.

Banyak warga sipil juga terlihat tengah mencari orang-orang yang mereka cintai, khawatir menjadi korban ledakan.

"Air kecil yang mengalir di saluran pembuangan itu telah berubah menjadi darah," kata pria tersebut.

Sementara itu, warga Afghanistan lain yang mengidentifikasikan dirinya bernama Zubair (24 tahun) mencoba masuk ke dalam bandara dengan sepupunya yang memiliki surat-surat yang mengizinkannya untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat selama sepekan ini.

Dia mengatakan, bahwa dirinya berada 50 meter dari seorang pengebom bunuh diri yang meledakkan bahan peledak di gerbang.

Baca Juga: Data Korban Tabrakan Mobil Rombongan Umroh Vs Bus di Duduksampeyan Gresik

"Pria, wanita dan anak-anak berteriak. Saya melihat banyak orang terluka, pria, wanita dan anak-anak dimasukkan ke dalam kendaraan pribadi dan dibawa ke rumah sakit," katanya.

Menurutnya setelah ledakan terjadi tembakan.

Taliban telah berusaha untuk meyakinkan warga Afghanistan bahwa mereka akan menghormati hak-hak mereka dan tidak keluar untuk membalas dendam.

Kabul telah mengalami serangan bunuh diri yang sering terjadi dalam 20 tahun sejak Taliban pertama kali digulingkan dari kekuasaan.

Penduduk kota telah terbiasa dengan polisi dan tim keamanan yang menutup lokasi ledakan dan membawa pergi yang tewas dan terluka.

Namun, insiden Kamis sangat mengejutkan warga, ketika puluhan jasad berlumuran darah yang terlempar akibat ledakan ke selokan dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik, 7 Orang Tewas

"Hari ini tidak ada yang menangani masalah ini dan memindahkan mayat dan yang terluka ke rumah sakit atau membawa mereka keluar dari pandangan umum," kata seorang saksi.

Mayat dan luka-luka tergeletak di jalan dan di saluran pembuangan. Air kecil yang mengalir ke dalamnya telah berubah menjadi darah.

"Secara fisik, saya baik-baik saja tapi saya tidak berpikir luka mental dan syok yang saya alami dari ledakan hari ini akan membuat saya hidup normal," kata saksi tersebut.

 


Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.