Minggu, 07 Jun 2026 17:38 WIB

Data Korban Tabrakan Mobil Rombongan Umroh Vs Bus di Duduksampeyan Gresik

Kondisi mobil Isuzu Panther setelah bertabrakan. (Tangkapan layar video warga)
Kondisi mobil Isuzu Panther setelah bertabrakan. (Tangkapan layar video warga)

jatimnow.com - Sebanyak 7 orang tewas dalam kecelakaan maut antara Isuzu Panther yang ditumpangi rombongan umroh dengan bus Rajawali Indah di Jalan Raya Desa/Kecamatan Duduksampeyan Gresik, Kamis (10/4/2025). Mereka adalah satu keluarga dalam mobil nahas tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Ipda Andri Aswoko mengatakan ketujuh korban meninggal dunia merupakan penumpang sekaligus sopir mobil Isuzu Panther bernomor polisi DK 1157 FC yang bannya mengalami selip.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

"Kronologi kejadian bermula saat mobil Panther DK 1157 FCL yang memuat rombongan umrah dari Tuban melaju dari arah barat menuju timur (Lamongan ke Gresik) kemudian ban sebelah kiri selip," kata Ipda Andri Aswoko. 

Mobil Isuzu Panther tersebut dikemudikan Akhmad Basuki, 49 tahun, asal Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Rombongan umroh tersebut sedang menuju bandara Internasional Juanda. 

"Sesampainya di TKP yakni di Jalan Raya Duduksampeyan, pengemudi mobil Isuzu Panther hendak mendahului truk dari sisi kiri hingga ban mobil sebelah kiri keluar ke bahu jalan," ujarnya.

Dan saat hendak naik lagi ke badan jalan ban mobil tersebut selip. Mobil berwarna biru itu oleng ke kanan hingga melewati markah jalan.

"Saat bersamaan dari arah berlawanan (timur ke barat) melaju bus dengan Nomor Polisi S 7704 UA yang dikemudikan Suwarno, 46 tahun, asal Tuban. Sehingga terjadi kecelakaan," tandasnya.

Benturan keraspun tak terhindarkan hingga kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Tujuh penumpang dan sopir mobil Isuzu Panther meninggal dunia. Sementara sopir dan kenek bus mengalami patah tulang.

"Empat orang meninggal dunia di TKP, tiga korban sempat kritis dinyatakan meninggal dunia juga. Jadi seluruh penumpang mobil Panther sebanyak tujuh orang meninggal dunia, kami temukan passport," jelasnya 

Daftar korban meninggal dunia penumpang mobil Isuzu Panther :

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

1. Muhammad Aqib, 27 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban. (calon jamaah umrah)

2. Besar, 65 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

3. Lislikah, 53 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

4. Wiwik Sunarti, 43 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

5. Akhmad Basuki, 49 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban (pengemudi).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Koperasi Jalin Kerjasama Jaminan Sosial

6. M. Al Fatih, 3 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

7. Hafiz Gandawiharja, 17 tahun, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Daftar Korban Luka :

1. Khoirul Anam, 22 tahun, asal Bojonegoro, kenek bus.

2. Suwarno, 46 tahun, asal Tuban, sopir bus (patah tulang).

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.