Kamis, 18 Jun 2026 13:06 WIB

Ular Sanca Kembang Masuk Rumah Warga di Probolinggo, Diserahkan ke BKSDA

Anakan Ular Sanca yang Tertangkap Warga di Probolinggo,  diserahkan ke BKSDA.
Anakan Ular Sanca yang Tertangkap Warga di Probolinggo, diserahkan ke BKSDA.

jatimnow.com - Seekor ular sanca kembang yang masuk ke rumah warga di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dan berhasil ditangkap, diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Timur Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang, Sabtu (21/9/2021). Anakan ular itu, diketahui merupakan jenis satwa yang dilindungi.

Mahfud Hidayatullah, warga yang rumahnya dimasuki reptil tersebut, menyerahkan ular demi keamanan warga dan juga satwa itu sendiri.

Baca Juga: Polres Probolinggo Kota Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Langka Asal Maluku

"Sudah tadi saya serahkan anakan ular tersebut ke BKSDA agar bisa terselamatkan untuk keberlangsungan hidupnya," katanya.

Baca juga: Anakan Ular Sanca Kembang Masuk Rumah Warga di Probolinggo

Ia melakukan langkah itu setelah mengetahui jika ular jenis sanca merupakan satwa yang dilindungi.

"Jadi saya serahkan kepada pihak berwenang yang bisa mengurusi satwa ini, agar keberlangsung hewan ini bisa terus bertahan dan lestari," tegasnya.

Ia berharap kepada BKSDA untuk menindaklanjuti temuan anakan ular ini.

Baca Juga: Hak 255 Guru Madrasah Probolinggo Cair Usai Mengendap 8 Tahun

"Saya dan warga khawatir ada indukan ular ini disekitar rumah dan membahayakan," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Resort BKSDA Wilayah 6 Probolinggo-Lumajang, Sudartono membenarkan jika pihaknya telah menerima penyerahan anakan ular sanca kembang yang ditangkap warga.

"Anakan ular sanca kembang ini memang merupakan satwa langka dan dilindungi dari kepunahan," ujarnya.

Dengan adanya ular ini pihaknya akan melakukan pemiliharaan dan perawatan, hingga bisa dilepasliarkan.

Baca Juga: Marinir Gelar Baksos di Bromo, Warga Tengger Terbantu

"Untuk usia ular ini diperkirakan masih berusia kurang lebih 7 hari setelah menetas. Nanti kita akan kirimkan ke BKSDA di Surabaya untuk bisa dilakukan pemeliharaan," paparnya.

Sudartono mengharap kepada warga jika ditemukan satwa yang dilindungi dan ditangkap, agar memberitahu pihaknya.

"Sehingga keberadaannnya tetap lestari. Jangan sampai disakiti apalagi sampai dibunuh. Hewan juga ingin hidup bebas yang terpenting tidak menggangu kehidupan warga," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.