Kamis, 11 Jun 2026 02:46 WIB

Terapis Bekam Dikubur Hidup-hidup karena Tolak Cinta

Rekonstruksi adegan pembunuhan wanita terapis bekam di kolong Tol Jatikarya, Kota Bekasi, Jumat (13/8).  Foto: Uji Sukma Medianti via Republika.
Rekonstruksi adegan pembunuhan wanita terapis bekam di kolong Tol Jatikarya, Kota Bekasi, Jumat (13/8). Foto: Uji Sukma Medianti via Republika.

jatimnow.com - Misteri kematian seorang wanita yang bekerja sebagai terapis bekam berinisial RSJ (33 tahun) di kolong Tol Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi akhirnya terungkap. Dalam adegan rekonstruksi di tempat kejadian perkara, ada 12 adegan yang dilakukan tersangka yang berinisal MA, yang merupakan rekan korban yang juga seorang terapis bekam.

Sebelumnya ada 10 adegan prarekonstruksi yang dilakukan di Gedung Resmob Polda Metro Jaya. Dari adegan di tempat kejadian perkara, Panit II Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Reza Pahlevi, mengungkap motif di balik kasus tersebut adalah tersangka ditolak cintanya.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Peristiwa naas yang mengakibatkan nyawa korban menghilang itu berawal dari tawaran pekerjaan yang diberikan tersangka MA kepada RSJ pada Rabu (4/8/2021) pagi, lalu.

"Pukul 08.00 WIB, tersangka menghubungi korban melalui telepon untuk memberikan pekerjaan kegiatan terapi di kawasan Hambalang, Bogor," kata Panit II Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Reza Pahlevi, di kolong Tol Jatikarya, Jumat (13/8/2021).

Lalu, korban menitipkan motornya di Stasiun Cakung, Jakarta Timur. Tersangka dan korban menggunakan motor berboncengan menuju kediaman konsumennya di Hambalang, Bogor.

Namun, saat tiba di rumah konsumennya pada pukul 14.50 WIB, kegiatan bekam tidak jadi karena yang bersangkutan sedang pergi ke Cikeas, Bogor.

"Karena bekam tidak jadi, korban dan pelaku ke rumah besar yang biasa disebut vila untuk Sholat Ashar," kata Reza.

Setelah dari vila, pelaku sempat bertemu dengan seorang saksi bernama Ahmad. Mereka sempat memesan bakso di rumah Ahmad.

Tersangka dan korban pamitan pulang, setelah memberikan kartu nama. MA pun mengantar korban ke rumah. Saat dalam perjalanan pulang itu, korban memberitahu tersangka bahwa dirinya akan menikah dalam waktu dekat.

"Dalam perjalanan tersebut, jam 22.00 WIB. Tersangka meminta izin pada korban untuk menginap. Korban memukul tersangka sekali, sambil berkata 'ngaco kamu, saya sudah punya calon'. Di sini tersangka dan korban sama-sama pakai helm," ujar dia.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan Mertua di Blitar, Ini Motifnya

Kemudian, tersangka ingin membuang air kecil dan berhenti di TKP. Setelah selesai, korban lalu mencaci maki tersangka. Karena tersangka tak terima dicaci maki, ia pun memukul muka bagian depan korban sebanyak dua kali.

Dalam adegan ke-15, korban mencoba melarikan diri. Lalu tersangka menarik korban dan memukul bagian punggung korban sebanyak empat kali.

"Korban berbalik badan, dan memukul tersangka sebanyak dua kali. Korban pun jatuh terlentang. Setelah terjatuh, tersangka membekap korban dengan kedua tangan hingga korban lemas," kata dia.

Setelah melihat korban tak berdaya dan bernapas tersengal-sengal, tersangka menarik korban ke gundukan pasir di tempat kejadian perkara. Setelah menyeret korban ke gundukan pasir, dia mengubur dengan menggunakan tanah pasir dan ilalang.

"Setelah tersangka merasa cukup dan korban tak kelihatan, tersangka pulang ke rumah dengan membawa peralatan bekam, tas dan handphone milik korban," kata dia.

Baca Juga: Menantu Perempuan Habisi Mertuanya di Blitar

AKP Reza mengatakan, saat ini motif yang dijadikan alasan tersangka membunuh korban adalah ditolak diajak menikah. Pihak keluarga mengaku tak ada yang mengenal tersangka. Kakak korban, Rita Sukma mengatakan, hingga akhir hayatnya, RSJ menjaga kehormatannya.

"Saya bersaksi bahwa korban adalah anak yang perilaku sehari-harinya di rumah, di lingkungan teman-teman yang takziah, melayat ke rumah itu baik, nggak macem-macem anaknya," ungkapnya.

Sebagai kakak kandung, ia ingin pelaku diberi hukuman yang setimpal hingga tuntas.

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.