Senin, 15 Jun 2026 11:10 WIB

Tiga Orang Diperiksa Terkait Ledakan Balon Udara di Ponorogo

Rumah warga di Desa Sumoroto, rusak akibat ledakan balon udara di Ponorogo.
Rumah warga di Desa Sumoroto, rusak akibat ledakan balon udara di Ponorogo.

jatimnow.com - Tiga orang diperiksa terkait ledakan balon udara yang rusak tiga rumah dan satu gedung sekolah di Desa Sumoroto, Kauman, Kabupaten Ponorogo. Sat Reskrim Polres Ponorogo, mendalami keterangan para saksi untuk memperjelas ada tidaknya tindak pidana atas kejadian ini.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hendy Septiadi mengatakan telah mengamankan 3 orang. "Masih dugaannya. Statusnya belum tersangka. Masih saksi," ujarnya, Sabtu (7/8/2021).

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Hendy menyebut bahwa tiga warga terperiksa berasal dari Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

"Ada mengarah kesana (tersangka). Tapi perlu pendalaman lebih lanjut," kata mantan Kasat Reskrim Polres Tulungagung, ini.

Ia tidak memungkiri jika hasil dari pemeriksaan saksi ini akan mengarah ke pemanggilan saksi lainnya. Terkait berapa orang yang dianggap bisa bertanggungjawab atas kejadian ledakan tersebut. Hendy meminta untuk menunggu hingga hasil pemeriksaan selesai.

"Semua serba mungkin (saksi terperiksa jd tersangka). Do'akan saja cepat terusut tuntas," tegasnya.

Baca Juga :

Baca Juga: Warga Blitar Tewas Terkena Ledakan Petasan Balon Udara, 2 Bocah Terluka

Diketahui sedikitnya 3 rumah dan 1 bangunan sekolah SMP terdampak letusan balon udara, Jumat (6/8/2021). Ledakan terdengar hingga radius tiga kilometer.

"Satu rumah rusak berat sampai kaca jendelanya pecah. Juga satu sekolah SMPN 2 Kauman yang harus menanggung kerugian, " ujar Kapolsek Sumoroto, AKBP Nyoto, Jumat siang.

Dari keterangan warga, diketahui jika balon udara yang berasal dari arah selatan itu, meledak pada pukul 05.45 wib dan jatuh tepat di atap teras rumah warga.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Balonnya sudah meletus sebenarnya. Hanya ada sisa petasan yang kemudian jatuh dan meledak," terang mantan Kapolsek Jambon, tersebut.

Suara ledakannya terdengar hingga Mapolsek Sumoroto. Masih terdapat sekitar 20 petasan yang belum meledak.

"Tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materiil karena kaca ada yang pecah, belum atap sekolah juga," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.