Rabu, 10 Jun 2026 08:00 WIB

ITS Gelar Diskusi Potensi Bambu untuk Mendukung Co-Firing Pada PLTU

jatimnow.com - Tim Abmas Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PKKPBI-ITS) menginisiasi acara Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Potensi Bambu untuk Mendukung Co-Firing Pada Pembangkit Listrik Jawa Bali' secara daring.

"Kegiatan FGD ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai potensi bambu guna mendukung co-firing pada pembangkit listrik khususnya wilayah Jawa Bali," kata Ketua Tim Abmas Co-firing Bambu Hamdan Dwi Rizqi, S.Si., M.Si. dalam siaran pers ke redaksi, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Hamdan mengatakan co-firing merupakan metode penambahan biomassa sebagai bahan bakar untuk mengurangi penggunaan batubara pada pembangkit listrik.

"Co-firing dinilai dapat mendukung terwujudnya green energy dimana terget dari Indonesia dapat memenuhi 23 persen bauran energi baru terbarukan pada tahun 2025," kata Hamdan.

Selain itu co-firing juga mendukung pemenuhan energi berbasis ekonomi kerakyatan. Hal tersebut dikarenakan dengan penerapan co-firing dapat memunculkan peluang usaha bagi masyarakat untuk mensuplai kebutuhan biomassa yang diperlukan dalam proses co-firing tersebut.

"Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat serta terbatasnya barubara sebagai sebagai sumber energi tak terbarukan juga menjadi dasar Tim Abmas PKKPBI-ITS ini untuk melakukan pengkajian terhadap potensi bambu yang merupakan biomassa yang cukup melimpah sebagai bahan co-firing untuk mengurangi penggunaan batubara pada pembangkit listrik," ujarnya.

Kegiatan FGD dibuka langsung oleh Kepala PKKPBI-ITS Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng. dan dimoderatori oleh Puti Sinansari, M.M. yang merupakan Dosen Departemen Manajeman Bisnis ITS.

Tim Abmas PKKPBI-ITS juga mengundang tiga pembicara yang merupakan stakeholder dan sangat berkompeten di bidangnya yakni Direktur Utama PT PJB Service, Teguh Widjayanto, M.T.

Peneliti BPPT yang telah berkecimpung di bidang Co-Firing, Ir. Rohmadi Ridlo, M.Eng. dan perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Ir. Toat Tridjono, M.Si.

Selain itu Tim Abmas PKKPBI juga mengundang dosen ahli di ITS sebagai penanggap, yaitu Ary Bachtiar, S.T., M.T., Ph.D. sebagai ahli konversi energi dari Departemen Teknik Mesin ITS dan IDDA Warmadewanthi, S.T., M.T., Ph.D. ahli Lingkungan dari departemen Teknik Lingkungan ITS.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

"Komposisi pembicara dan penanggap tersebut mampu melengkapi kajian terkait potensi bambu sebagai bahan co-fiting dari segala aspek, mulai dari kebutuhan, ketersediaan, nilai konversi energi, hingga dari segi aspek lingkungannya," ujar Hamdan.

Dalam kegitan FGD ini dari segi kebutuhan Teguh Widjayanto, M.T. menyampaikan bahwa setidaknya dibutuhkan kurang lebih 9 Juta Ton biomassa/tahun untuk mendukung Co-Firing di 52 PLTU PLN di Indonesia.

Dari segi konversi energi, Ir. Rohmadi Ridlo, M.Eng. menyampaikan bahwa nilai kalor beberapa jenis bambu tidak jauh berbeda dengan nilai kalor pada bahan kayu, namun yang cukup menjadi tantangan adalah kadar abu dari bambu yang sedikit lebih tinggi dibandingkan kadar abu pada bahan kayu.

Sedangkan dari segi ketersediaan bambu, Ir. Toat Tridjono, M.Si. menyampaikan bahwa bambu memiliki potensi yang cukup tinggi karena pada dasarnya bambu dapat tumbuh cukup cepat, dengan hanya sekali tanam bambu dapat dipanen berapa kali.

"Selain itu pemeliharaan bambu juga cukup mudah dan tidak mahal," kata Toat.

Baca Juga: ITS Gelar Bedah Film Pesta Babi di Tengah Polemik Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Ary Bachtiar, S.T., M.T., Ph.D. menyampaikan bahwa memang dari segi potensi, bambu memiliki nilai kalor yang cukup potensial namun membutuhkan temperature pembakaran yang cukup tinggi.

"Untuk mengatasi hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur komposisi campuran bambu dengan batubara agar diperoleh tingkat konversi energi yang optimal," ujarnya.

Sementara itu dari segi lingkungan IDDA Warmadewanthi, S.T., M.T., Ph.D. menanggapi bahwa penerapan co-firing ini cukup baik karena dapat mengurangi emisi gas dari proses pembakaran di PLTU.

Dari kegiatan FGD ini dapat disimpulkan bahwa bambu memiliki potensi yang cukup besar untuk mendukung co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali, namun masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan keoptimalan konversi energi dari bambu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.