Jumat, 12 Jun 2026 12:59 WIB

Soal Serapan APBD Pemprov TA 2021, DPRD Jatim Sebut Belum Punya Data Resmi

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad
Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad

jatimnow.com - Realisasi belanja daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran (TA) 2021 per 23 Juli mencapai 43,01 persen. Capaian itu disebut lebih tinggi 12,9 persen dibanding Tahun 2020 yang berada di angka 30,02 persen.

Meski demikian, disebut hingga saat ini tidak ada satupun data resmi maupun rincian belanja APBD yang dilaporkan pemprov ke DPRD Jatim.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"DPRD tidak memiliki data resmi tentang serapan anggaran," ujar Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad, Rabu (28/7/2021).

Dalam siaran pers Pemprov Jatim yang diterima redaksi pada Selasa (27/7/2021), serapan anggaran itu difungsikan untuk menopang geliat ekonomi warga Jawa Timur di tengah Pandemi Covid-19.

Rinciannya yaitu untuk penanganan covid-19 telah terbelanjakan Rp 166,6 miliar atau 113,9 persen dari target alokasi Rp 145,2 miliar. Kemudian belanja dukungan vaksin sebesar Rp 5,2 miliar atau 100 persen dari target anggaran yang dialokasikan.

Baca juga:  Serapan APBD Pemprov Jatim 2021 Capai 43,01 Persen, Lebih Tinggi dari 2020

Tidak hanya itu, di Tahun 2021 ini, anggaran APBD Pemprov Jatim juga dibelanjakan untuk pemberian insentif bagi tenaga kesehatan (nakes).

Baca Juga: Ekonomi Ngagel Surabaya Mati Suri, Pemprov Jatim Diminta Turun Tangan

Sejauh ini, dana insentif nakes telah terealisasi Rp 132,05 miliar atau 62,08 persen dari target Rp 212,7 miliar. Sedangkan untuk belanja kesehatan telah terealisasi Rp 142,6 miliar atau 35,19 persen dari target alokasi Rp 405,3 miliar.

Di samping itu, dalam penanganan Pandemi Covid-19, Pemprov Jatim juga menggunakan belanja tak terduga (BTT) guna memaksimalkan upaya meminimalisir dampak pandemi.

Per 23 Juli 2021, Pemprov Jatim telah merealisasikan anggaran BTT sebesar Rp 179,9 miliar atau 43,10 persen dari target alokasi BTT sebesar Rp 417,438 miliar.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Bahwa ada pergerakan luar biasa di sektor pendapatan dan belanja dari sejak rilis Ditjen Keuda (Direktorat Jenderal Keuangan Daerah) tersebut. Bisa jadi itu bersifat unofficial, belum dilaporkan secara resmi," tambah Ketua DPD Gerindra Jatim tersebut.

Sadad juga menyebut bahwa koordinasi antara pemprov dan DPRD Jatim selama Pandemi Covid-19 ini sangat buruk. Sehingga proses monitoring terhadap belanja APBD hanya bisa diraba secara lapangan.

"Koordinasi antara pemprov dengan DPRD selama pandemi ini memang tidak berjalan mulus," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.