Jumat, 12 Jun 2026 17:50 WIB

Puluhan Pelaku Usaha di Mojokerto Kibarkan Bendera Putih

Bendera putih terpasang di salah satu tempat wisata di Mojokerto
Bendera putih terpasang di salah satu tempat wisata di Mojokerto

jatimnow.com - Puluhan pelaku usaha dan pengelola wisata mengibarkan bendera putih sebagai isyarat sudah menyerah akibat penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli dan perpanjangan dengan istilah PPKM Level 3 sampai 25 Juli 2021.

Salah satu pengelola wisata, Wiwit Haryono mengatakan, aksi pengibaran bendera putih itu sebagai bentuk keprihatinan para pelaku usaha karena pendapatannya macet hampir satu bulan sejak PPKM Darurat diterapkan.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Kami ingin mengetuk pintu hati bupati dan Bapak Presiden Jokowi, karena kami bagian dari masyarakat Indonesia yang sangat terdampak langsung secara ekonomi dari adanya kebijakan penutupan usaha," ujar Wiwit, Minggu (25/7/2021).

Owner Wisata Air Panas Jacuzzi ini menambahkan, bendera putih yang dikibarkan pertanda matinya atau tidak adanya pendapatan.

"Kami memulai memberikan secara seremonial bentuk keprihatinan atas matinya pendapatan selama hampir satu bulan ini. Dampak penutupan ini kita rugi di barang dagangan dan segi pendapatan. Sedangkan kewajiban kami seperti membayar pajak tetap," tukasnya.

Bendera putih terpasang di salah satu tempat wisata di MojokertoBendera putih terpasang di salah satu tempat wisata di Mojokerto

Wiwit berharap agar pemerintah bisa mendukung pelaku usaha pariwisata terus beraktivitas dan memberikan bantuan sosial.

"Masukan kami hanya satu, yaitu adanya kebijakan untuk membantu teman-teman ini. Entah itu bentuknya sembako atau apalah untuk meringankan beban hidup," tambah dia.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Dirinya juga berharap supaya tempat wisata dan usaha lainnya seperti toko bisa kembali dibuka karena dari sanalah pendapatan bisa didapat.

"Kami siap kalau seperti kebijakan sebelum PPKM darurat, dibatasi pengunjungnya dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Itu lebih toleran terhadap kami pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Kami masih bisa makan dan melanjutkan kehidupan," tuturnya.

Pengibaran bendera putih juga dilakukan oleh beberapa pelaku usaha di Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong, Kecamatan Trawas.

"Kami sudah manut (mengikuti) sama aturan yang ada dan berharap agar wabah ini bisa dibersihkan sehingga kami bisa melakukan aktivitas wisata lagi," sambung Pengelola Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong, Herwanto.

Baca Juga: Indibiz dan SBC Perkuat Ekosistem serta Pertumbuhan Pengusaha se-Jawa Timur

Salah satu pelaku usaha di Mojokerto memegang bendera putihSalah satu pelaku usaha di Mojokerto memegang bendera putih

 

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.